Showing posts with label Marketing. Show all posts

10 PERTANYAAN SEBELUM MENENTUKAN TARGET PASAR ANDA


Semakin baik Anda memahami pelanggan Anda, maka semakin cepat pula bisnis Anda akan berkembang. Namun  demikian, seringkali bisnis baru menentukan target pasar yang terlalu luas sehingga sulit untuk menemukan target riil mereka.

"Kami seringkali memandang ukuran pasar terlalu luas, dan dalam banyak kasus ternyata meleset, " kata Robert Hisrich, direktur Walker Center for Global Entrepreneurship di Thunderbird School of Global Management di Glendale, Arizona.

Berikut adalah 10 pertanyaan yang dapat membantu Anda menentukan apakah Anda memiliki target pasar:

Siapa yang akan membayar produk atau jasa saya?
Pertama, cobalah untuk memahami kebutuhan akan "solusi" atau jalan keluar yang ditawarkan oleh produk atau jasa Anda, kata Greg Habstritt, pendiri SimpleWealth.com, seorang Alberta, website Kanada berbasis saran bagi para pemilik usaha kecil. Kemudian, menggunakan informasi tersebut untuk membantu menentukan siapa yang kemungkinan besar bersedia membayar "solusi" yang Anda tawarkan. "Tidak hanya pelanggan potensial yang kemungkinan besar memiliki masalah, tetapi mereka juga perlu disadarkan bahwa mereka memiliki masalah [dan membutuhkan solusi]," kata Habstritt. Dia merekomendasikan untuk menggunakan alat kata kunci Google untuk mengetahui berapa banyak orang yang mencari kata yang berhubungan dengan ide bisnis Anda.

Siapa yang telah membeli dari saya?
Untuk memperbaiki target pemasaran dan strategi harga, Anda juga perlu melihat siapa yang telah membeli produk atau jasa Anda, kata Amos Adler, presiden Memotext. Dari data penjualan ini, Anda bisa mendapatkan pandangan berharga dengan merilis produk dalam tahap uji coba dan membiarkan konsumen potensial berbicara dengan dompetnya.

Apakah saya terlalu percaya diri terhadap target saya?
Memang mudah untuk mengasumsikan bahwa ada banyak orang yang membutuhkan layanan atau produk Anda. Namun, yang Anda butuhkan bukanlah asumsi! Jangkaulah kelompok pelanggan potensial untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis dan mempersempit upaya pemasaran Anda. Dalam hal ini Anda dapat melakukan survei, melakukan wawancara jenis Intercept Survey, atau menyelenggarakan Focus Group Discussion. "Dengan cara ini kami bisa mendapatkan ide-ide yang begitu antusias dan menyadari bahwa kami telah memandang ukuran pasar yang terlalu berlebihan," kata Hisrich.

Apa yang dipikirkan oleh jaringan saya?
Ketika Anda mencoba untuk memahami target pasar, mungkin Anda akan mendapatkan tantangan [biaya] saat mencari umpan balik dari konsumen potensial melalui survei, kelompok fokus dan sarana sejenis lainnya. Namun demikian Anda juga bisa memanfaatkan jaringan sosial Anda untuk mendapatkan umpan balik secara gratis. Banyak orang di jaringan Anda kemungkinan besar bersedia meluangkan waktu untuk memberikan pendapat dan saran, kata Bryan Darr, pendiri Mosaik Solutions, perusahaan analisis data yang di Memphis, Tenn.

Apakah asumsi saya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pribadi saya ?
Pengalaman pribadi dan pengetahuan Anda dapat membuat Anda meyakini bahwa Anda telah memahami target pasar Anda, bahkan sebelum Anda melakukan penelitian apapun, kata Habstritt. Sebagai contoh misalnya, jika Anda merupakan seorang penggemar kebugaran dan ingin memulai bisnis yang berhubungan dengan kesehatan pribadi, Anda mungkin menganggap telah mengetahui pelanggan Anda. Sekali lagi, "Janganlah berasumsi bahwa Anda dapat berpikir seperti target pasar Anda, " kata Habstritt lagi. "Anda harus menemui dan berbicara dengan mereka secara langsung untuk benar-benar memahami mereka."

Bagaimana model pendapatan saya?
Mencari tahu tentang bagaimana Anda akan menuai pendapatan dapat membantu Anda menemukan target pasar Anda, kata Hisrich. Usaha-usaha yang bersifat sosial justru dapat menjadi sangat rumit, karena tanpa memiliki rencana khusus untuk mendapatkan pendapatan. Dan ini sangat mudah pula untuk melebih-lebihkan ukuran pelanggan. Tapi jika Anda memiliki model pendapatan yang hanya menjual produk secara online misalnya, ini akan lebih mudah untuk mencari tahu target pelanggan Anda secara spesifik.

Bagaimana saya akan menjual produk atau jasa saya?
Strategi pemasaran ritel Anda dapat membantu menentukan target pasar Anda, kata Hisrich. Apakah Anda memiliki sebuah toko, website, atau bahkan keduanya? Apakah Anda akan memasarkannya hanya di negara asal Anda atau secara global? Sebagai contoh, sebuah bisnis yang hanya berbasis online mungkin memiliki pelanggan yang berusia lebih muda dibanding dengan toko-toko. Sebuah bisnis batu bata dan semen boleh jadi dapat mempersempit target pasar Anda kepada orang-orang di lingkungan Anda sendiri.

Bagaimana cara pesaing saya memulainya?
Dengan mengevaluasi strategi pemasaran kompetisi dapat membantu Anda untuk menentukan target pelanggan Anda sendiri, kata Darr. Tapi tentu saja, Anda tidak cukup hanya dengan menyalin pendekatan pemasaran mereka setelah Anda menentukan target konsumen Anda sendiri. "Anda harus memiliki cara sendiri untuk membedakan apa yang Anda tawarkan dari pesaing Anda," katanya.

Bagaimana saya menemukan pelanggan saya?
Ketika Anda mulai mendefinisikan target pelanggan Anda, cobalah untuk menentukan apakah Anda dapat secara efisien memasarkan kepada mereka. Anda harus melakukan riset pasar dan mempelajari pola demografis, geografis, dan pembelian dari target pasar Anda. Jika Anda menjual dari sebuah toko misalnya, Anda perlu tahu berapa banyak orang di pasar sasaran Anda yang tinggal di sekitar toko. Jika Anda menjual dari sebuah situs web, Anda perlu belajar tentang perilaku online calon pelanggan Anda. Memahami bagaimana mencari pelanggan Anda sejak dini dapat membantu Anda untuk membangun rencana permainan setelah Anda mulai membangun strategi pemasaran, kata Hisrich.

Apakah masih ada ruang untuk memperluas target pasar saya?
Bersiaplah untuk mendefinisikan kembali target pasar Anda atau memperluasnya sesuai berjalannya waktu, kata Darr. Misalnya, mencari tahu apakah Anda akan menargetkan konsumen dalam negeri atau pelanggan di seluruh dunia dapat menjadi awal yang baik. Sebagaimana kekuatan pemetaan mobile telah berkembang dalam dekade terakhir, ia dapat memperlihatkan pertumbuhan jumlah target pasar di perusahaannya sendiri. Pada awalnya, Mosaik hanya menangani kebanyakan operator nirkabel, tapi sekarang ia juga dapat menghitung penyedia kabel dan penyiaran sebagai klien, jelas Darr.

Alina Dizik - entrepreuneur

MEMANFAATKAN HARI PELANGGAN NASIONAL



Hari Palanggan Nasional (Harpelnas) diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memperlakukan pelanggan dengan baik dalam rangka meningkatkan dan mempertahankan bisnis. Peringatan ini juga merupakan salah satu cara untuk memberikan apresiasi kepada orang-orang yang bekerja pada layanan pelanggan dimana pekerjaan mereka sangat berharga dan patut dihormati.

Adalah seorang Pakar Pemasaran Indonesia, Bpk. Handi Irawan yang lahir di Solo, Jawa Tengah, yang tak henti-hentinya merenungkan dan memikirkan tentang sekelompok manusia yang merupakan sumber inspirasinya. Sekelompok manusia ini dikenal dengan istilah Pelanggan.

"Pelanggan memiliki pesona yang luar biasa. Perilakunya menyimpan banyak misteri. Itulah sebabnya, memikirkan pelanggan, adalah pekerjaan yang tiada akhir bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia bisnis" kata beliau dengan semangatnya yang khas.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelanggan, maka pada Tahun 2003 Bpk. Handi Irawan mencanangkan Hari Pelanggan Nasional yang kemudian diresmikan oleh Presiden RI ke 5 dan hingga saat ini diperingati setiap tanggal 4 september, sehingga oleh Harian Bisnis Indonesia beliau diberi atribut sebagai Bapak Kepuasan Pelanggan.

Gagasan cemerlang mengenai hari pelanggan ini telah membuka peluang sedemikian luas baik bagi para pelanggan maupun pengusaha untuk berinteraksi secara lebih berkualitas sehingga suatu saat akan ada hari dimana pelanggan akan mengenal produk ataupun layanan tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai individu yang manusiawi, bisa dikenal dan disapa. Demikian pula sebaliknya, pengusaha tidak hanya mengenal pelanggan dari sisi profitabilitas, namun juga dapat memahami apa keinginan dan harapan mereka.

Sebagai pengusaha, bagaimana Anda memanfaatkan momen Hari Pelanggan Nasional ini? Berikut beberapa manfaat yang bisa diambil dari Hari Pelanggan Nasional.

1. Sarana memperkenalkan produk baru

Harpelnas bisa dimanfaatkan sebagai ajang untuk mengenalkan produk baru, sehingga masyarakat luas mengetahui adanya produk baru yang Anda ciptakan. Selain itu Anda juga bisa mempromosikan produk dengan membagikan contoh produk, brosur atau pamflet, serta kartu nama perusahaan. Sehingga semakin banyak masyarakat yang akan mengenal produk atau layanan Anda.

2. Memperkenalkan produk hasil pengembangan

Selain produk baru, momen ini juga bisa digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan produk lama yang telah dikembangkan dengan inovasi baru. Masyarakat luas akan mengetahui adanya pengembangan produk ini sehingga Anda akan mendapatkan dua kesempatan sekaligus, yaitu menarik pelanggan baru di satu sisi, dan mempertahankan pelanggan lama di sisi lain.

3. Meningkatkan citra merek dan perusahaan

Jika produk Anda sudah diterima pasar, maka momen ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan citra merek atau perusahaan Anda. Tunjukan eksistensi merek dan perusahaan Anda dengan memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan, meningkatkan empati, dan menanamkan citra positif merek atau perusahaan Anda dimata para pelanggan.

4. Menampung masukan

Ini tidak kalah penting. Untuk mendapatkan masukan dari pelanggan secara sukarela tidaklah mudah. Oleh karenanya, manfaatkanlah momen ini dengan menyediakan semacam Kotak Saran di setiap outlet Anda. Bila perlu, instruksikan semua bagian layanan Anda untuk meminta masukan pada pelanggan dengan memberikan form yang telah disediakan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apa sebenarnya keinginan dan harapan pelanggan terhadap merek atau perusahaan Anda. Ini akan memudahkan Anda untuk mengidentifikasi bagian mana saja yang mungkin perlu perbaikan.

Akhirnya, berikut kutipan kata-kata pencetus HARI PELANGGAN NASIONAL
"Inilah hari dimana setiap perusahaan dapat merenungkan secara mendalam mengenai pelanggan mereka. Inilah hari dimana para top management dapat menggunakan momen ini untuk mendorong setiap karyawan agar terlibat dan memberikan perhatian penuh kepada kepuasan pelanggan. Inilah hari dimana perusahaan memperbaharui komitmen terhadap pembentukan budaya perusahaan dalam menjadikan pelanggan sebagai sentral dari aktifitas perusahaan" [Handi Irawan - Senyum Pelanggan Indonesia]


MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS RITEL



Memang tak bisa dielakkan bahwa bisnis ritel akan mengalami banyak persaingan. Sementara itu Anda tidak dapat mengontrol apa yang dilakukan oleh pesaing Anda. Namun demikian, Anda masih bisa meminimalisir dampak persaingan tersebut terhadap bisnis Anda. Berikut adalah tiga cara untuk mengatasi persaingan dalam bisnis ritel.

1. Kurangi Beban Biaya, Bukan Iklan

Lihatlah pernyataan Laba Rugi Anda, rincilah semua pengeluaran Anda, dan tanyakan pada diri sendiri pengeluaran mana saja yang mungkin dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Cari tahu pos mana saja yang mungkin dapat Anda potong. Sedikit demi sedikit Anda mulai mencoret sana sini, dan nantinya akan terakumulasi sejumlah angka rupiah. Namun, biaya yang TIDAK BOLEH Anda kurangi adalah iklan. Bahkan, banyak bisnis ritel justru ingin meningkatkan upaya pemasaran mereka selama "masa lesu" karena menyadari akan semakin banyak pesaing di luar sana sementara konsumen memiliki anggaran yang terbatas.

2. Melakukan Hal Kreatif

Pengecer di industri yang sama umumnya menggunakan metode pemasaran yang sama untuk menjangkau pelanggan. Sekaranglah waktunya bagi Anda untuk melakukan hal-hal yang kreatif dan menggunakan metode pemasaran modern untuk membedakan bisnis Anda dari kompetitor. Sebuah kampanye pemasaran yang unik akan lebih menarik perhatian dan Anda memiliki peluang lebih untuk melakukan penjualan. Di samping itu, Anda dapat mencari beberapa pasar baru yang belum termanfaatkan, baik oleh Anda maupun pesaing Anda. Anda mungkin akan menemukan ceruk pasar yang dapat Anda dominasi dengan sedikit atau bahkan tanpa persaingan samasekali.

3. Menyediakan Layanan Prima (Service Excellence)

Dengan melakukan upaya ekstra untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, pengecer bisa bertahan hidup lebih lama dalam persaingan. Membuat suasana sedemikian rupa sehingga dengan belanja di toko Anda seperti menemukan pengalaman yang mengesankan, dan pelanggan tidak sabar untuk datang kembali atau untuk memberitahu teman-teman mereka. Orang-orang suka berbelanja di mana mereka merasa nyaman dan di mana mereka merasa bahwa pemilik benar-benar peduli tentang keinginan dan kebutuhan mereka. Untuk memastikan bahwa standar layanan Anda telah dijalankan oleh karyawan, Anda bisa menjalankan Program Mystery Shopper secara berkala.

CARA SUKSES MELUNCURKAN PRODUK BARU


Di tengah membanjirnya produk-produk baru di pasaran, ditambah lagi dengan begitu gencarnya informasi kepada pelanggan, maka akan semakin sulit bagi produk baru Anda untuk mendapatkan perhatian pelanggan. Padahal untuk menarik perhatian pelanggan terhadap produk baru Anda di awal peluncuran adalah merupakan hal yang penting dibanding jika produk Anda dikenal di kemudian hari. Sekitar setengah dari penjualan dan keuntungan dari produk baru yang Anda dapatkan setelah peluncuran produk itu sendiri. Peluncuran produk baru yang sukses tidak hanya akan membuat produk Anda menonjol di pasaran, tetapi juga akan meningkatkan penjualan, permintaan yang berulang, dan tentu saja keuntungan.

Berikut beberapa petunjuk perencanaan peluncuran produk baru;

Mengidentifikasi tujuan dari peluncuran produk yang terukur. Mengetahui apa yang ingin Anda capai berkaitan dengan perusahaan, prospek, pakar industri dan media. Kemudian, komunikasikan tujuan Anda dengan semua pihak terkait dan dapatkan dukungan mereka.

Melakukan riset pasar. Cari tahu apa yang diinginkan oleh target pasar Anda melalui survei, kelompok diskusi terfokus, dan media social jika memungkinkan. Pastikan untuk menyertakan pelanggan saat ini dan pelanggan potensial dalam riset Anda. Pelajari juga tentang pesaing Anda untuk mengetahui adakah produk serupa yang juga mereka tawarkan, harganya, strategi pemasaran, dan periklanan.

Mengembangkan posisi penjualan Anda yang unik. Apa yang membedakan produk Anda dari orang lain di pasaran. Kemudian mengujinya untuk melihat apakah itu cukup menarik bagi pelanggan potensial Anda. Contoh dari posisi penjualan yang unik adalah ‘bebas ongkos kirim’ atau ‘beli 2 dapat 3’, dan lain sebagainya.

Mengembangkan rencana peluncuran produk secara menyeluruh, yang harus mengidentifikasi tugas, penetapan jadwal, dan tanggung jawab kegiatan. Rencana peluncuran harus membahas mengenai sumber daya, anggaran, hubungan masyarakat, branding dan positioning, kesiapan produk, penjualan dan pemasaran, dan juga media sosial. Rencana tersebut juga harus memberikan ruang bagi Anda untuk melacak dan memantau kemajuan peluncuran produk Anda tersebut.

Pra-Peluncuran

Lihatlah gambaran produk Anda. Biarkan sejumlah target potensial Anda untuk mencoba produk Anda, dan berikan kesempatan pada mereka untuk berkomentar di forum publik. Hal ini memiliki dua tujuan; Pertama, Anda dapat mempelajari apakah ada perubahan yang harus dilakukan pada produk Anda. Kedua, dengan melepaskan komentar kepada publik, hal itu akan menciptakan ketertarikan dan rasa penasaran tentang produk Anda sebelum peluncuran resminya.

Gunakan media sosial untuk memperkuat kualitas produk Anda, baik melalui blog, wawancara, maupun ulasan/komentar pelanggan.

Lakukan sebuah pertemuan yang menarik di mana Anda akan memperkenalkan produk dan menjelaskan rencana peluncuran pada semua orang di perusahaan Anda. Pertimbangkan juga untuk memberikan beberapa produk kepada karyawan sebagai hadiah. Salurkan semangat Anda kepada karyawan perusahaan Anda tentang produk, dan pada gilirannya mereka akan menjadi sebuah kekuatan tambahan ketika mereka berbicara tentang produk tersebut kepada teman-teman dan tetangga.

Tingkatkan pengetahuan tentang produk kepada tenaga penjualan Anda, bagaimana, dan apa saja manfaatnya bagi pelanggan. Selain itu, pastikan mereka memiliki semua bahan yang mereka butuhkan untuk mempromosikannya.

CARA MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR



Pertama-tama, kenali terlebih dahulu produk atau jasa Anda. Apakah termasuk dalam lingkup lokal, nasional, atau bahkan internasional? Apakah produk atau jasa Anda memiliki kecenderungan untuk dijual di wilayah atau komunitas Anda sendiri?

Baiklah, kita anggap saja bahwa pasar utama Anda adalah lokal atau regional, dan Anda tinggal di sebuah komunitas dengan populasi 25.000 orang. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan penelitian 'demografi' pada komunitas Anda, dan membaginya ke dalam segmen pasar sbb:

Usia: Anak-anak, Remaja, Dewasa, Lansia
Jenis kelamin: Pria, Wanita
Pendidikan: SMA, Diploma, Sarjana
Penghasilan: Rendah, Sedang, Tinggi
Status Pernikahan: Lajang, Menikah, Bercerai
Latar belakang Etnis dan/atau Agama
Siklus hidup keluarga: Baru menikah, Menikah selama 10 - 20 tahun, dengan atau tanpa anak-anak.

Informasi ini harus tersedia, dan Anda bisa mendapatkannya misalnya melalui instansi terkait di pemerintah kota setempat, atau perpustakaan. semakin detail informasi yang Anda dapatkan, akan semakin baik.

Selanjutnya, Anda perlu segmen pasar sebanyak mungkin menggunakan 'psikografis' sebagai panduan seperti contoh berikut:

Gaya hidup: Konservatif, Menarik, Trendi, Ekonomis
Kelas sosial: Bawah, Menengah, Atas
Opini: Mudah dipimpin atau Dogmatis
Aktivitas dan kepentingan: Olahraga, Kebugaran Fisik, Belanja, Buku
Sikap dan keyakinan: Kesadaran akan Lingkungan, dan Keamanan

Jika produk atau jasa Anda termasuk kategori bisnis (corporate), Anda juga perlu mempertimbangkan jenis-jenis industri yang tersedia, jumlah karyawan mereka, volume penjualan tahunan, lokasi, dan stabilitas perusahaan. Selain itu, Anda mungkin juga ingin mengetahui bagaimana mereka membeli misalnya: musiman, lokal, hanya dalam volume, siapa yang membuat keputusan?

Penting untuk dicatat bahwa untuk pelanggan bisnis, tidak seperti individu, mereka membeli produk atau jasa untuk tiga alasan saja: untuk meningkatkan pendapatan, untuk mempertahankan status quo, atau untuk mengurangi biaya. Jika Anda telah mengisi salah satu atau lebih dari kebutuhan perusahaan tadi, maka Anda telah menemukan target pasar Anda.

Sekarang Anda harus memiliki gambaran lebih jelas yang muncul dari benak Anda mengenai 'pelanggan ideal', atau singkatnya pelanggan seperti apa yang Anda inginkan. Hal ini tergantung pada sifat dari bisnis Anda. Mungkin Anda bisa menuliskan deskripsi pelanggan ideal Anda misalnya; "Target pelanggan saya adalah seorang wanita kelas menengah berusia 30-an atau 40-an yang sudah menikah dan memiliki anak, sadar lingkungan dan sehat secara fisik." Berdasarkan angka yang Anda temukan dalam penelitian di atas, Anda akan mengetahui, misalnya, ternyata ada sekitar 9000 orang pelanggan potensial di daerah Anda! Boleh jadi 3000 diantaranya sudah setia kepada pesaing Anda, tapi masih tersisa sebanyak 6000 yang netral, atau yang belum membeli produk dari siapa pun. Disinilah pentingnya Anda melakukan penelitian atau riset pasar.

Seringkali calon pelanggan tidak tahu tentang perusahaan Anda, atau tidak dapat membedakan antara perusahaan Anda dengan pesaing. Ini adalah tugas Anda setelah Anda tahu siapa pelanggan terbaik Anda yang akan dijadikan kelompok target.

Selain itu, melalui contoh diatas Anda dapat mempertimbangkan untuk memperluas target pasar Anda misalnya dengan menyertakan perempuan usia 50-60 tahun. Jika Anda kembali ke alasan dasar mengapa orang membeli barang atau jasa, dan dapat menemukan cara untuk menargetkan upaya Anda pada kelompok usia, maka Anda akan memiliki peluang lebih untuk menangkap pangsa pasar yang lebih besar!

Di sisi lain, bagaimana jika untuk kategori produk atau jasa Anda, setelah meneliti target pasar Anda, ternyata Anda menemukan hanya ada kurang dari 100 orang yang akan membeli produk atau jasa Anda?

Pertama-tama, jika orang sebanyak 100 tadi adalah pelanggan corporate yang akan mengkonsumsi ratusan produk atau jasa Anda setiap tahun, maka Anda tidak perlu takut. Tapi jika orang sebanyak 100 tersebut hanya akan mengeluarkan anggarannya sebesar, katakanlah Rp. 100.000,- per tahun untuk mengkonsumsi produk atau jasa Anda, maka Anda perlu kembali ke skema perencanaan bisnis awal Anda dan mulailah dengan menentukan target pasar yang lebih luas. Tapi setidaknya kali ini Anda telah dipersenjatai dengan semua informasi yang Anda butuhkan. Atau boleh jadi Anda akan memulainya dengan arah yang berbeda.

CARA MENGETAHUI KEBUTUHAN PELANGGAN


Seberapapun bagusnya produk atau layanan Anda, fakta yang sederhana mengatakan bahwa "tak seorangpun bersedia membelinya jika mereka tidak merasa membutuhkannya dan Anda tidak bisa membujuk siapapun untuk membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan kecuali Anda telah memahami secara jelas apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelanggan".

Mengetahui dan memahami kebutuhan pelanggan adalah inti dari setiap bisnis yang sukses, apakah itu penjualan secara langsung kepada individu/perorangan atau bisnis lainnya (corporate). Setelah Anda memiliki pengetahuan ini, Anda dapat menggunakannya untuk meyakinkan baik kepada pelanggan potensial maupun yang sudah ada bahwa membeli dari Anda adalah merupakan kepentingan terbaik mereka.

Berikut ini daftar pertanyaan yang perlu Anda ketahui tentang pelanggan Anda sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan strategi penjualan yang lebih efektif yang pada gilirannya Anda dapat memenangkan persaingan bisnis Anda.

Siapa mereka?

Jika Anda menjual langsung kepada perorangan/individu, cari tahu tentang jenis kelamin, usia, dan pekerjaan mereka. Jika Anda menjual ke perusahaan/corporate, cari tahu tentang jenis industri mereka, lokasi, wilayah operasional, dan jenis bisnis mereka. Misalnya, apakah mereka perusahaan swasta kecil atau multinasional besar? Dengan mengetahui hal ini, Anda dapat mengidentifikasi bisnis serupa yang mungkin dapat Anda targetkan.

Apa yang mereka lakukan?

Jika Anda menjual langsung kepada perorangan/individu, ada baiknya mengetahui pekerjaan dan kepentingan mereka. Jika Anda menjual ke perusahaan/corporate, ada baiknya untuk memiliki pemahaman tentang apa yang ingin dicapai oleh bisnis mereka.

Mengapa mereka membeli?

Jika Anda mengetahui mengapa pelanggan membeli produk atau layanan Anda, maka akan lebih mudah untuk menyesuaikan kebutuhan mereka dengan konsep penawaran Anda sebagai keuntungan bisnis Anda.

Kapan mereka membeli?

Jika Anda mendekati seorang pelanggan hanya pada saat mereka ingin membeli, maka Anda akan meningkatkan kesempatan untuk sukses secara besar-besaran.

Bagaimana mereka membeli?

Sebagai contoh, beberapa orang lebih memilih untuk membeli dari sebuah situs web, sementara yang lain lebih memilih pertemuan tatap muka.

Berapa banyak uang yang mereka miliki?

Anda akan akan lebih berhasil jika Anda dapat mencocokkan apa yang Anda tawarkan dengan kemampuan financial pelanggan. Untuk produk premium, atau produk yang harganya lebih tinggi tampaknya tidak akan berhasil jika sebagian besar pelanggan Anda memiliki anggaran terbatas - kecuali jika Anda dapat mengidentifikasi pelanggan baru dengan daya beli yang cocok.

Apa yang membuat mereka merasa nyaman dengan membeli?

Jika Anda tahu apa yang membuat mereka tergerak, Anda dapat melayani mereka dengan cara yang mereka inginkan.

Apa yang mereka harapkan dari Anda?

Misalnya, jika pelanggan Anda mengharapkan pengiriman yang handal dan Anda tidak mengecewakan mereka, maka Anda berdiri untuk mendapatkan bisnis yang berulang.

Apa yang mereka pikirkan tentang Anda?

Jika pelanggan Anda senang berbisnis dengan Anda, mereka akan cenderung membeli lebih banyak. Dan Anda hanya bisa mengatasi masalah yang pelanggan keluhkan hanya jika Anda tahu apa yang mereka rasa kurang berkenan.

Apa pendapat mereka tentang pesaing Anda?

Jika Anda mengetahui bagaimana pelanggan Anda melihat pesaing Anda, maka Anda memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berada di depan pesaing Anda.

Nah, sekarang saatnya bagi Anda untuk menemukan informasi atas daftar pertanyaan diatas. Informasi tersebut bisa Anda dapatkan dengan melakukan riset pasar. Bagaimana cara melakukannya?

CARA MENENTUKAN TARGET PASAR



Kesalahan yang kerap dilakukan oleh pengusaha muda adalah dengan melakukan pemasaran produk atau jasa sebelum mendefinisikan secara jelas siapa target yang akan dijadikan pelanggan atau klien mereka. Jika Anda juga melakukannya, Anda hanya akan membuang waktu dan biaya pemasaran yang telah Anda keluarkan.

Pemasaran bukan hanya masalah membuat dan menempatkan iklan baik di media cetak maupun elektronik. Ini merupakan metode untuk menarik bisnis baru. Sebelum Anda dapat mencapai hal ini, Anda harus tahu persis siapa target pasar yang ingin Anda bidik. Anda perlu tahu target pasar Anda sebelum Anda dapat menghubungi atau berkomunikasi dengan mereka.

Apa kira-kira manfaat dari penentuan target pasar ini? Mari kita ambil contoh sederhana, misalnya, saat Anda menjual perlengkapan petualangan arung jeram dan Anda ingin memasang iklan di TV. Pertanyaannya kemudian; Apakah mereka (para penggila petualang) benar-benar orang yang dengan senang hati duduk seharian di depan pesawat televisi sambil makan pop corn?

Tentukan pelanggan Anda dengan mendapatkan informasi segala sesuatu tentang mereka. Pikirkan baik-baik mengenai produk atau layanan Anda. Siapa sebenarnya orang yang benar-benar membutuhkan dan ingin membeli produk atau layanan Anda? Berapa umurnya? Apa status perkawinannya? Di mana mereka tinggal? Bagaimana mereka menghabiskan waktu luangnya? Apa hobinya? Produk lain apa saja yang mereka beli? Dan, ke mana saja mereka pergi berlibur?

Anda perlu mengembangkan target pasar se-detail mungkin jika Anda ingin memasarkan produk atau jasa secara efektif. Jadi pikirkan tentang "pelanggan ideal" Anda sebagai pribadi. Visualisasikan dia secara detail, dan "lihat"-lah apa yang dia lakukan, pikirkan, dan inginkan.

Jika Anda tidak dapat mem-visualisasikan orang ini secara jelas dan tegas, maka Anda perlu untuk melakukan riset pelanggan potensial (segmentasi pasar) Anda sampai Anda bisa melakukannya sendiri. Karena sebelum Anda bisa menentukan target pasar Anda, maka Anda juga belum bisa membuat keputusan tentang pemasaran, seperti bagaimana, di mana, dan kapan Anda harus memasang iklan.

Nah, sekarang saatnya bagi Anda untuk menemukan informasi segala sesuatu yang berkaitan dengan pelanggan Anda. Informasi tersebut bisa Anda dapatkan dengan melakukan riset pasar. Bagaimana cara melakukannya? [tris*]

Baca selengkapnya disini >>CARA MELAKUKANRISET PASAR

source

CARA SUKSES MEMULAI BISNIS


Memulai sebuah bisnis bisa menjadi salah satu keputusan yang paling menggembirakan dalam hidup Anda. Tapi ada banyak bagian dan berbagai faktor yang mesti Anda pertimbangkan.

Berikut adalah 10 langkah yang memberikan gambaran tentang langkah-langkah dasar yang diperlukan untuk memulai sebuah bisnis dengan sukses. Ambillah satu langkah pada satu waktu, dan Anda akan berada di tengah proses kepemilikan sebuah usaha kecil.

Langkah 1: Dapatkan Inspirasi

Semua bisnis dimulai dari titik yang sama yaitu ide. Anda mungkin telah bermimpi untuk memulai bisnis Anda sendiri selama bertahun-tahun, atau sebuah inspirasi besar telah membangunkan Anda secara tiba-tiba. Terlepas dari sumber inspirasi, langkah pertama untuk memulai sebuah bisnis Anda sendiri akan datang melalui ide bisnis.

Langkah 2: Lakukan Riset Anda

Anda telah mengidentifikasi ide besar Anda, sekarang saatnya untuk menyeimbangkannya dengan sedikit realitas. Apakah Anda benar-benar siap untuk memulai bisnis ini? Ambillah sebuah daftar pertanyaan kepada diri sendiri untuk mengukur kesiapan diri Anda dan melihat apa saja yang perlu Anda persiapkan untuk memiliki sebuah bisnis yang sukses.

Tahap selanjutnya dalam riset yang Anda lakukan dalam bisnis kecil ini adalah proses awal yang akan membantu Anda mengetahui apakah ide bisnis Anda memiliki potensi.

Supaya bisnis Anda sukses, maka ia harus bisa memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan, atau menawarkan sesuatu yang diinginkan pasar. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan ini, termasuk penelitian, kelompok diskusi terfokus, dan bahkan “trial and error”. Ketika Anda menjelajahi pasar, beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab meliputi:
  1. Apakah ada kebutuhan untuk produk / jasa Anda? 
  2. Siapa yang membutuhkannya? 
  3. Apakah ada perusahaan lain yang menawarkan produk / layanan serupa sekarang ini? 
  4. Seperti apa persaingan yang terjadi? 
  5. Bagaimana bisnis Anda akan masuk ke pasar? 

Jangan lupa untuk bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan, juga, tentang memulai bisnis sebelum Anda memutuskan untuk mengambil risiko.

Untuk pembahasan mengenai riset ini, Anda bisa klik disini >>CARA MELAKUKAN RISET PASAR

Langkah 3: Membuat Rencana Bisnis

Sekarang Anda butuh rencana untuk membuat ide bisnis Anda menjadi kenyataan. Jika Anda berniat untuk mencari dukungan keuangan dari investor atau lembaga keuangan, maka Anda harus membuat rencana bisnis secara formal.

Bahkan jika Anda tidak akan mencari dukungan keuangan-pun, rencana bisnis sederhana dapat memberikan kejelasan tentang apa yang ingin Anda capai dan bagaimana Anda berencana untuk melakukannya.

Secara umum, rencana bisnis Anda harus menggariskan tujuan bisnis Anda dan motivasi yang melatarbelakanginya, serta rencana Anda untuk mencapai tujuan Anda dalam hal pemasaran dan pendanaan.

Langkah 4: Rencanakan Keuangan Anda

Memulai usaha kecil tidak harus memerlukan banyak uang, tetapi akan melibatkan beberapa investasi awal. Ada beberapa sumber pendanaan yang dapat mendanai bisnis kecil Anda, termasuk:
  • Lembaga Pembiayaan 
  • Pinjaman Usaha Kecil 
  • Hibah Usaha Kecil 
  • Investor 

Langkah 5: Pilih Struktur Bisnis

Bisnis kecil Anda bisa menjadi kepemilikan tunggal, kemitraan, perseroan terbatas, atau korporasi. Namun demikian, Anda harus ingat bahwa struktur bisnis yang Anda pilih akan berdampak banyak terhadap nama bisnis Anda, tanggung jawab, dan bagaimana Anda mengajukan pajak Anda.

Anda dapat memilih struktur bisnis awal, kemudian mengevaluasi kembali dan mengubah struktur Anda seiring tumbuhnya bisnis Anda yang membutuhkan perubahan.

Langkah 6: Pilih dan Daftarkan Nama Bisnis Anda

Nama bisnis Anda memainkan peran dalam hampir setiap aspek bisnis Anda, sehingga Anda ingin menjadi salah satu yang terbaik. Pastikan Anda berpikir melalui semua implikasi potensial ketika Anda menjelajahi pilihan Anda dan memilih nama bisnis Anda.

Setelah Anda memilih nama untuk bisnis Anda, Anda perlu memeriksa apakah nama tersebut telah terdaftar atau sedang digunakan orang lain. Ketika Anda merasa yakin bahwa nama bisnis Anda belum terdaftar, maka Anda tinggal mendaftarkannya. Seorang pemilik tunggal harus mendaftarkan nama bisnis mereka. Korporasi, LLC, atau kemitraan terbatas biasanya mendaftarkan nama bisnis mereka ketika dokumen pembentukan diajukan.

Langkah 7: Dapatkan Lisensi dan Izin Usaha

Dokumen merupakan bagian dari proses ketika Anda memulai bisnis Anda sendiri. Ada berbagai izin usaha kecil yang mungkin berlaku untuk situasi Anda, tergantung pada jenis bisnis Anda mulai dan di mana Anda berada. Anda perlu untuk melakukan riset apakah lisensi dan izin berlaku untuk bisnis Anda selama proses start-up.

Langkah 8: Tentukan Lokasi Bisnis Anda

Menyiapkan tempat usaha adalah merupakan hal penting untuk operasi bisnis Anda, apakah Anda akan memiliki kantor di rumah, ruang kantor bersama atau pribadi, atau lokasi ritel.

Anda perlu memikirkan lokasi, peralatan, dan pastikan lokasi bisnis Anda cocok dengan jenis bisnis yang Anda jalankan.

Langkah 9: Pilih Sistem Akuntansi Anda

Usaha kecil berjalan paling efektif ketika ada sistem keuangan. Salah satu sistem yang paling penting untuk usaha kecil adalah sistem akuntansi.

Sistem akuntansi Anda diperlukan untuk membuat dan mengelola anggaran, menetapkan tingkat suku bunga Anda, melakukan bisnis dengan orang lain, dan mengajukan pajak Anda. Anda dapat mengatur sistem akuntansi Anda sendiri, atau menyewa seorang akuntan.

Langkah 10: Mempromosikan Bisnis Kecil Anda

Setelah bisnis Anda mulai berjalan, Anda perlu mulai menarik klien dan pelanggan. Anda akan memulai dengan dasar-dasar dengan menulis proposisi penjualan yang unik (USP) dan membuat rencana pemasaran Anda.

Kemudian, mengeksplorasi sebanyak mungkin ide pemasaran usaha kecil sehingga Anda dapat memutuskan bagaimana mempromosikan bisnis Anda dengan cara paling efektif.

Setelah Anda menyelesaikan kegiatan-kegiatan untuk memulai bisnis ini, Anda akan segera memiliki semua hal yang paling penting dalam memulai sebuah usaha kecil, dan sekarang Anda siap untuk meraih kesuksesan bisnis kecil Anda.

Apa itu Riset Pemasaran?

Riset pemasaran adalah kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, perumusan tujuan penelitian, pengumpulan data, pengumpulan data, pengolahan data dan interpretasi hasil penelitian. Kesemuanya itu ditujukan untuk masukan bagi pihak manajemen dalam rangka identifikasi masalah dan pengambilan keputusan. Hasil riset pemasaran ini dapat dipakai untuk perumusan strategi pemasaran dalam merebut peluang pasar.

Berkenaan dengan definisi yang luas mengenai riset pemasaran, American Marketing Association(AMA) memberikan definisi resmi mengenai riset pemasaran pada tahun 1987 sebagai “fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan dan masyarakat umum dengan pemasar melalui informasi. Informasi ini digunakan untuk mengidentifikasi dan menentukan peluang dan masalah pemasaran; merumuskan, menyempurnakan dan mengevaluasi tindakan-tindakan pemasaran; memantau kinerja pemasaran; dan menyempurnakan pemahaman yang dapat membuat aktivitas pemasaran lebih efektif. Riset pemasaran menentukan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tersebut; merancang metode untuk pengumpulan informasi; mengelola dan mengimplementasikan proses pengumpulan data; menganalisis hasil-hasil yang diperoleh; dan mengkomunikasikan hasil temuan dan implikasinya”.

Maksud tindakan yang sistematis seperti yang dijelaskan di atas adalah suatu tindakan yang dilakukan secara teratur dan konsisten didasarkan atas kegiatan-kegiatan yang ilmiah serta dapat dibuktikan kebenarannya. Untuk kegiatan riset pemasaran, kegiatan yang sistematis tersebut meliputi berbagai  kegiatan, mulai dari; perumusan masalah, penentuan desain riset, perancangan metode pengumpulan data, perancangan sampel dan pengumpulan data, analisis dan interpretasi data serta penyusunan laporan riset.

Perumusan Masalah

Salah satu peranan penting dari riset pemasaran adalah membantu merumuskan masalah yang harus diatasi. Riset hanya dapat dirancang secara sistematis untuk memberikan informasi berharga jika masalah yang dihadapi telah dirumuskan secara jelas dan akurat. Proses perumusan masalah meliputi pula spesifikasi tujuan riset yang dilakukan.

Penentuan Desain Riset

Pada tahapan ini dibuat kerangka untuk melaksanakan penelitian. Di dalamnya memuat secara rinci prosedur untuk pengumpulan data, cara pengujian hipotesis, sampai dengan model analisis yang dipergunakan.

Perancangan Metode Pengumpulan Data

Setelah ditentukan model yang dipakai untuk pengumpulan data, dilakukan kegiatan pengumpulan data  baik primer maupun sekunder. Pengumpulan data primer dapat dilakukan dengan cara interviewing, dengan wawancara langsung, telepon maupun surat. Sedangkan untuk mendapatkan data sekunder dapat digunakan fasilitas internet, perpustakaan, publikasi lembaga-lembaga statistik, majalah dan sebagainya.

Perancangan Sampel dan Pengumpulan Data

Perancangan sampel harus dilakukan dengan menspesifikasi kerangka sampling, proses pemilihan sampel dan jumlah sampel. Kerangka sampling merupakan daftar unsur populasi yang harus diambil sampelnya. Proses pemilihan sampel didasarkan pada berbagai metode sampling, baik probability sampling maupun non probability sampling.

Analisis dan Interpretasi Data

Temuan riset pemasaran tidak akan ada nilainya jika tidak dianalisis dan diinterpretasikan. Analisis data terdiri atas beberapa langkah, yakni: editing, koding, tabulasi, analisis (misalnya uji statistik) dan interpretasi data.

Penyusunan Laporan Riset

Laporan riset merupakan rangkuman hasil, kseimpulan dan rekomendasi penelitian yang diserahkan kepada pihak manajemen untuk pengambilan keputusan. Biasanya laporan riset akan menjadi standar penilaian yang digunakan oleh para eksekutif dalam mengevaluasi proses manfaat riset pemasaran. oleh sebab itu laporan riset harus jelas, informatif dan akurat.

Oleh: Musliadi

PROSES PENELITIAN PASAR


Penelitian pasar termasuk jenis penelitian deskriptif, dimana tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kondisi pasar untuk jenis produk barang atau layanan tertentu. Dengan penelitian pasar seorang pimpinan dapat mengambil keputusan tentang strategi dan taktik yang digunakan untuk memasarkan produk tertentu.

Dalam kaitannya dengan perusahaan maka jenis penelitian yang dilakukan perusahaan sebaiknya adalah penelitian yang memiliki dampak terhadap pengembangan pemasaran dan peningkatan mutu produknya. Salah satu jenis penelitian ditinjau dari tingkat eksplanasinya adalah penelitian deskriptif (Sugiyono: 2006, 5), jenis penelitian ini dapat dilakukan oleh perusahaan dalam kaitannya dengan pemasaran produknya. Jenis penelitian deskriptif sendiri dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu (1) apabila hanya mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif maka disebut penelitian deskriptif kualitatif; (2) Apabila dilakukan analisis data dengan menghubungkan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka disebut deskriptif asosiatif; dan (3) apabila dalam analisis data dilakukan pembandingan maka disebut deskriptif komparatif.

A. Persiapan Penelitian

Sebuah penelitian beranjak dari masalah yang ditemukan atau dirasakan. Yang dimaksud masalah adalah setiap hambatan atau kesulitan yang membuat seseorang ingin memecahkannya. Jadi sebuah masalah harus dapat dirasakan sebagai satu hambatan yang harus diatasi apabila kita ingin melakukan sesuatu. Dalam arti lain sebuah masalah terjadi karena adanya kesenjangan (gap) antara kenyataan dengan yang seharusnya. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah itu, atau dengan kata lain dapat menutup atau setidak-tidaknya memperkecil kesenjangan itu.
Setelah masalah diidentifikasi, dipilih, maka lalu perlu dirumuskan. Perumusan ini penting, karena berdasarkan rumusan tersebut akan ditentukan metode pengumpulan data, pengolahan data maupun analisis dan peyimpulan hasil penelitian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah, yaitu: Sebaiknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, padat dan jelas, memberi petunjuk tentang memungkinkannya pengumpulan data, dan cara menganalisisnya.

Setelah masalah dirumuskan, maka langkah selanjutnya adalah mencari teori-teori, konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan teoritis penelitian yang akan dilakukan itu. Hal lain yang lebih penting makna dari penelaahan kepustakaan adalah untuk memperluas wawasan keilmuan bagi para calon peneliti, karena kita sadari bahwa semua informasi yang berkaitan dengan keilmuan dalam hal ini teori ataupun hasil penelitian para ahli semua sudah tertuang dalam kepustakaan.

Selanjutnya ditentukan metode pengumpulan data, yang diantaranya meliputi metode wawancara, angket, pengamatan dan dokumentasi. Apabila kita katakan bahwa untuk memperoleh data kita gunakan metode wawancara, maka di dalam melaksanakan pekerjaan wawancara ini, pewawancara menggunakan alat bantu. Secara minimal alat bantu tersebut berupa rambu-rambu pertanyaan yang akan ditanyakan dan biasanya disebut pedoman wawancara. Untuk memperoleh jawaban secara tertulis dari responden, digunakan angket atau kuesioner. Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memproleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Istilah angket digunakan untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan metode angket berarti instrumen yang digunakan adalah angket.

Selanjutnya data dapat diambil melalui proses pengamatan atau observasi. Pengamatan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan non sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan dan pengamatan sistematis, yang dilakukan oleh pengamatan dengan menggunakan pedoman dalam melakukan pengamatan. Saat melakukan penelitian di mana sumber datanya berupa tulisan atau dokumen, digunakan metode dokumentasi.

B. Pelaksanaan Pengumpulan dan Pengolahan Data
Setelah peneliti melakukan persiapan seperti dijelaskan di atas, maka selanjutnya dilakukan pengumpulan data. Untuk seorang peneliti perusahaan, pengumpulan data dilakukan di lingkungan pasar atau masyarakat yang menjadi sasaran produknya. Dalam hal rancangan penelitian deskriptif aplikatif, maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara dan pengamatan.

Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera dilakukan pengolahan data. Selanjutnya data yang telah diolah tersebut disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan lain-lain agar memudahkan dalam pengolahan serta analisis selanjutnya.

C. Analisis

Data hasil olahan tersebut kemudian harus dianalisis, data deskriptif kualitatif sering hanya dianalisis menurut isinya dan karenanya analisis seperti ini juga disebut analisis isi (content analysis). Dalam analisis deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel data yang berisi frekuensi, dan kemudian dihitung mean, median, modus, persentase, standar deviasi atau lainnya. Untuk analisis statistik, model analisis yang digunakan harus sesuai dengan rancangan penelitiannya. Apabila penelitian yang dilakukan hanya berhenti pada penjelasan masalah dan upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan (untuk meningkatkan mutu pembelajaran), maka setelah disajikan data hasil wawancara, angket, pengamatan atau dokumentasi, maka selanjutnya dianalisis atau dibahas dan diberi makna atas data yang disajikan tersebut. Tetapi apabila penelitian juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat hubungan maka harus dilakukan pengujian hipotesis sebagaimana hipotesis yang telah ditetapkan untuk diuji. Misalnya uji statistik yang dilakukan adalah uji hubungan, maka akan diperoleh hasil uji dalam dua kemungkinan, yaitu hubungan antar variabel-variabel penelitian atau perbedaan antara sampel-sampel yang diteliti, dengan taraf signifikansi tertentu, misalnya 5% atau 10%., atau dapat terjadi hubungan antar variabel penelitian atau perbedaan antara sampel yang diteliti tidak signifikan. Apabila ternyata dari hasil pengujian diketahui bahwa hipotesis alternatif diterima (hipotesis nol ditolak) berarti menyatakan bahwa dugaan tentang adanya saling hubungan atau adanya perbedaan diterima sebagai hal yang benar, karena telah terbukti demikian. Sebaliknya dalam kemungkinan hasil yang kedua dinyatakan hipotesis alternatif tidak terbukti kebenarannya, maka berati hipotesis nol yang diterima. Dengan telah diambilnya hasil pengujian mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis maka berati analisis statistik telah selesai, tetapi perlu diingat bahwa pelaksanaan penelitian masih belum selesai, karena hasil keputusan tersebut masih harus diberi interprestasi atau pemaknaan.

Hasil analisis dari pengujian hipotesis dapat dikatakan masih bersifat faktual, untuk itu selanjutnya perlu diberi arti atau makna oleh peneliti. Dalam pemaknaan sering kali hasil pengujian hipotesis penelitian didiskusikan atau dibahas dan kemudian ditarik kesimpulan. Dalam penelitian dipastikan seorang peneliti mengharapkan hipotesis penelitiannya akan terbukti kebenarannya. Jika memang demikian yang terjadi, maka kemungkinan pembahasan menjadi tidak terlalu berperan walaupun tetap harus dijelaskan arti atau maknanya. Tetapi jika hipotesis penelitian itu ternyata tidak tahan uji, yaitu ditolak, maka peranan pembahasan menjadi sangat penting, karena peneliti harus mengekplorasi dan mengidentifikasi sumber masalah yang mungkin menjadi penyebab tidak terbuktinya hipotesis penelitian.

D. Penarikan Kesimpulan

Akhirnya dalam kesimpulan harus mencerminkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Jangan sampai antara masalah penelitian, tujuan peneltian, landasan teori, data, analisis data dan kesimpulan tidak ada runtutan yang jelas. Apabila penelitian mengikuti alur atau sistematika berpikir yang runut seperti itu maka penelitian akan dapat dikatakan telah memiliki konsistensi dalam alur penelitiannya.

PENTINGNYA KONSEP PEMASARAN

“Tanpa pelanggan, bisnis tidak akan berjalan”, demikian tulis seorang pengarang buku panduan bisnis, John Rosthorn, dalam bukunya The Business Action Kit.

Nampaknya ia ingin meyakinkan pada para pengusaha atau pemegang keputusan di suatu perusahaan bahwa Pelanggan/Costumer benar-benar telah menduduki posisi yang sedemikian penting dari serangkaian proses kegiatan bisnis dewasa ini.

Pandangan tersebut diatas rasanya tidaklah terlalu berlebihan. Kita tahu bahwa keuntungan perusahaan, yang juga merupakan kelangsungan hidupnya sendiri, sangat tergantung pada bagaimana sebuah perusahaan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelanggannya.

Konsep yang kedengarannya sederhana ini justru menjadi sangat rumit, bahkan (dalam banyak kasus) sulit dioperasikan ketika sebuah perusahaan dihadapkan pada pengenalan pola perilaku konsumen dengan segala perubahan-perubahannya. Dengan kata lain, sebuah perusahaan akan dapat memenuhi kebutuhan pelanggannya hanya jika perusahaan tersebut telah mengenali pola perilaku atau karakteristik konsumennya. Hal ini erat kaitannya dengan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, system informasi manajemen, dan system pengendalian yang dimiliki perusahaan tersebut.

Oleh karenanya, perencanaan secara komprehensif dan berkesinambungan perlu dilakukan agar seluruh aktifitas bisnisnya dapat bermuara pada sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan secara optimal.

SEBUAH PERSEPSI TENTANG PEMASARAN

Ada banyak definisi tentang pemasaran yang sering kita jumpai. Namun dari sekian banyak definisi itu hampir semua memiliki persamaan dalam beberapa hal prinsip.
Eric Davies, seorang konsultan bisnis asal Inggris telah banyak menulis buku mengenai pemasaran ini. Ia mengemukakan dalam bukunya yang berjudul Succesful Marketing bahwa;
Disini ada tiga kata kunci yang perlu mendapat perhatian yaitu;
  1. Mengenali (Identifikasi),
  2. Memenuhi (Supply), dan
  3. Menguntungkan (Profitable).
Ketiga kata itu seolah menjadi semacam formula yang memiliki komposisi seimbang sehingga apabila terdapat kesalahan dalam meramu ketiga komponen tersebut maka efek yang dihasilkan menjadi kurang optimal.
Mengenali, berarti kita mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan; Apa sebenarnya yang dibutuhkan konsumen dalam konteks pasar yang menjadi sasaran bisnis kita. Setelah jawaban ditemukan kemudian kita berupaya untuk memenuhinya dengan menggunakan strategi-strategi tertentu sehingga secara keseluruhan proses tersebut dapat mendatangkan keuntungan (benefit).

Persoalannya sekarang, perilaku konsumen ini memiliki pola yang cenderung berubah-ubah (bahkan seringkali tidak terduga) sehingga proses identifikasi-nya memerlukan kepakaan ekstra terhadap gejala-gejala perubahan yang mungkin terjadi.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi perubahan situasi pasar ini sehingga sebuah perusahaan dituntut memantau secara terus menerus keadaan pasar untuk kemudian mengantisipasinya.

Sebuah survey pernah dilakukan di Inggris dengan mengambil sampel (sekitar 1.700 perusahaan) berdasarkan orientasi dan pengaruhnya terhadap perkembangan bisnis masing-masing. Hasilnya, sebanyak 70% perusahaan yang melakukan pendekatan bisnisnya dengan menggunakan orientasi pemasaran mengalami peningkatan yang cukup pesat dibanding perusahaan yang menggunakan orientasi berbeda.

Ada sebuah ilustrasi menarik berkaitan dengan pendekatan bisnis ini yaitu ketika sebuah perusahaan menggunakan pendekatan bisnis yang berorientasi pada produk. Perusahaan ini terus meningkatkan produksinya tanpa memperhatikan kondisi pasar yang ada. Beberapa waktu kemudian perusahaan tersebut mendadak menghentikan produksinya dan memasang space iklan besar di perempatan jalan protokol dengan kata-kata ; “Kalian harus membeli produk kami!”. Tentu saja ini merupakan tindakan konyol bukan?

Beberapa contoh perubahan yang tak terduga dapat kita lihat beberapa waktu lalu ketika bisnis jasa telekomunikasi wartel (warung telekomunikasi) mengalami kondisi yang “mengenaskan” seiring dengan membanjirnya produk telepon selular (handphone). Contoh lain misalnya kaset dan CD baik film maupun musik yang sekarang ini mulai ditinggalkan konsumen. Orang lebih cenderung memilih men-download dari internet dengan hanya beberapa klik sana dan sini. Walaupun kadang illegal, namun itulah realitas yang ada.

Apakah bisnis warnet (warung internet) yang sempat booming juga akan mengalami nasib yang sama dengan wartel? Apa saja faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhinya? Tentu saja jawaban atas pertanyaan tersebut memerlukan sebuah penelitian (survey) lebih lanjut.

Disunting Oleh: Sutrisno
Dari berbagai sumber

Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan yaitu respon atau tanggapan yang diberikan para konsumen setelah terpenuhinya kebutuhan mereka akan sebuah produk ataupun jasa, sehingga para konsumen memperoleh rasa nyaman dan senang karena harapannya telah terpenuhi. Selain itu kepuasan pelanggan juga sering dijadikan sebagai salah satu tujuan utama dari strategi pemasaran bisnis, baik bisnis yang dijalankan dengan memproduksi barang maupun bisnis jasa. 

Keberhasilan strategi pemasaran suatu usaha dapat dicapai jika kepuasan pelanggan telah terpenuhi. Namun untuk memperoleh kepuasan pelanggan tidaklah mudah, karena tiap pelanggan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda – beda walaupun membutuhkan produk yang sama. Proses pemenuhan kepuasan pelanggan tidak hanya membutuhkan produk atau jasa yang berkualitas saja, namun juga membutuhkan adanya sistem pelayanan yang mendukung. Sehingga para pelanggan akan merasa senang dengan produk atau jasa yang dibutuhkan, serta nyaman dengan pelayanan yang diberikan. 

Adanya kepuasan pelanggan ternyata juga dapat mempengaruhi omset penjualan yang dihasilkan. Jika pelanggan merasa puas akan suatu produk maka permintaan akan meningkat dan omset penjualan pun ikut naik, sebaliknya jika pelanggan tidak merasa puas maka permintaan akan menurun begitu juga dengan omset penjualannya. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan yaitu, pelanggan yang kurang puas dengan suatu produk tidak akan membeli ataupun menggunakan lagi produk yang kita tawarkan. Selain itu pelanggan yang kurang puas juga dapat menceritakan kepada konsumen lain tentang keburukan produk yang mereka dapatkan, sehingga dapat menimbulkan citra buruk di kalangan para konsumen. Untuk itu, berikut kami berikan beberapa strategi meningkatkan kepuasan pelanggan, agar dapat terhindar dari kemungkinan buruk seperti diatas:
  1. Berikan produk yang berkualitas, serta bebas dari kerusakan ataupun kecacatan saat sampai di tangan pelanggan. Sebaiknya cek terlebih dahulu kualitas produk atau jasa yang akan diberikan kepada pelanggan
  2. Berikan kualitas pelayanan yang ramah, ketepatan waktu penyampaian, serta menggunakan sistem yang mudah dipahami para pelanggan. Sehingga para pelanggan tidak merasa kesulitan dengan pelayanan yang diberikan, baik pelayanan langsung maupun pelayanan online
  3. Fokus pada kepentingan atau pencapaian kepuasan pelanggan, sehingga produk serta pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan pelanggan
  4. Memperhatikan harga produk maupun biaya pelayanan yang sesuai dengan kondisi pasar saat ini, serta sesuaikan dengan nilai produk atau jasa yang ditawarkkan. Karena pelanggan akan membandingkan antara biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh dari suatu produk
  5. Berikan jaminan keamanan dari produk maupun pelayanan yang diberikan, sehingga para pelanggan percaya dengan produk ataupun jasa yang ditawakan dan akan terus menjadi pelanggan setia perusahaan kita. Misalnya dengan mencantumkan ijin dari Badan POM bagi produk makanan dan obat. 
Setelah memiliki beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, langkah berikutnya Anda dapat mengukur kepuasan pelanggan Anda dengan beberapa cara sederhana berikut:
  1. Menggunakan sistem saran dan kritik dari para pelanggan. Misalnya dengan menyediakan kotak saran maupun kritik, atau menyediakan layanan telepon suara konsumen
  2. Dengan mengadakan survey kepuasan pelanggan. Biasanya dilakukan dengan memberikan kuesioner pada pelanggan yang sedang membeli produk kita, atau dapat juga melakukan survey dengan melakukan telepon acak untuk menanyakan pelayanan yang selama ini telah diberikan
  3. Dengan mencoba menghubungi kembali pelanggan yang sudah lama tidak membeli produk kita. Sehingga kita bisa mengetahui penyebab mereka berhenti berlangganan, apakah karena kecewa dengan produk kita atau karena ada faktor lain. Sehingga kita dapat mengevaluasi produk serta pelayanan yang selama ini diberikan. 
Dengan adanya penilaian kepuasan pelanggan kita dapat mengetahui kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Yang berpengaruh pula terhadap omset penjualan produk. Untuk itu berikan pelayanan prima bagi setiap pelanggan Anda, agar mereka merasa senang dan nyaman dengan produk kita. Salam sukses.