Showing posts with label Manajemen. Show all posts

10 TIPS SUKSES MENGEMBANGKAN USAHA KECIL


Anda ingin meningkatkan usaha Anda? Kesuksesan yang lebih besar? Karyawan lebih loyal, dan peningkatan keuntungan? Untuk mengelola usaha kecil dengan baik, mulailah dengan membuat komitmen untuk memperbaiki di 10 bagian dari usaha Anda berikut ini;

1. Memiliki rencana jangka panjang

Seringkali para pemilik usaha kecil terjebak dalam kegiatan kesehariannya sehingga mereka lupa akan perencanaan jangka panjang. Jika Anda memiliki rencana bisnis, perbaruilah untuk dijadikan target Anda saat ini. Jika Anda tidak pernah menulis sebuah rencana bisnis, hal tersebut akan membuat Anda berpikir keras mengenai tujuan yang ingin dicapai pada tahun mendatang dan seterusnya.

2. Mengambil tindakan nyata

Jangan menyimpan rencana bisnis dalam laci kemudian melupakannya. Tidak peduli seberapa sibuknya Anda, sisihkan setidaknya satu jam dalam seminggu untuk menilai kemajuan yang telah dilaksanakan dan mengukurnya dengan target capaian yang telah Anda tetapkan. Bersama dengan mitra dan karyawan yang bisa dipercaya, buatlah langkah-langkah tindakan dan menetapkan tenggat waktu untuk mencapai target.

3. Memperbaiki web Anda

Apakah website atau blog Anda telah mencerminkan usaha Anda, apakah informasi di dalamnya up to date? Bagaimana kesan web Anda saat ini, atau mungkin desain template-nya masih menggunakan model lama? Apakah web Anda bisa dimuat dengan mudah pada perangkat mobile (smartphone, tablet, netbook, dll) sehingga pelanggan dapat mengakses bisnis Anda dimanapun mereka berada? Buatlah perubahan yang diperlukan pada website atau blog Anda supaya tampil modern dan up to date.

4. Mengelola keuangan Anda

Jika Anda belum menggunakan software akuntansi, jangan tunda lagi. Atau jika Anda sudah menggunakannya namun sistemnya sudah usang, maka meng-upgrade-nya akan jauh lebih baik. Anda bisa menggunakan program seperti QuickBooks yang murah, mudah dipelajari, dan bisa mengoperasikan anggaran dan ramalan sederhana.

5. Rencana pembiayaan ke depan

Bagaimana Anda akan membiayai rencana pertumbuhan usaha Anda untuk ke depan? Jika Anda keuntungan Anda tidak dapat mendanai pertumbuhan usaha, carilah alternatif pilihan sumber pembiayaan dari luar, baik dari pinjaman bank, investor swasta seperti kelompok modal, atau teman-teman Anda dan keluarga.

6. Mulai melakukan sosialisasi

Tidak peduli apapun industri Anda, hampir semua usaha bisa memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter, dll untuk mendapatkan keuntungan. Jika Anda belum memanfaatkan media sosial, putuskanlah untuk mencoba setidaknya satu jaringan sosial di tahun mendatang. Jika Anda aktif di media sosial dan mau belajar lebih banyak tentang jaringan sosial favorit Anda, maka Anda akan mahir menggunakannya. Tingkatkan postingan Anda lebih sering lagi misalnya dengan menambahkan lebih banyak video, foto, atau keduanya.

7. Pendelegasian

Memang sulit bagi pemilik usaha kecil untuk melepaskan kendalinya, tetapi delegasi sangat penting untuk pertumbuhan usaha Anda. Berikanlah otonomi lebih kepada karyawan sehingga usaha Anda tidak terhambat hanya karena menunggu Anda. Cobalah untuk merombak struktur organisasi sehingga Anda dapat fokus pada kekuatan Anda dan mendelegasikan bagian lain kepada karyawan Anda.

8. Menilai kebutuhan SDM Anda

Apakah karyawan Anda telah memiliki cukup keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan usaha Anda? Atau mungkin Anda perlu memberikan pelatihan tambahan pada mereka, mempekerjakan karyawan baru, atau boleh jadi mengambil outsourcing. Pertimbangkan baik-baik bagaimana Anda mengisi kesenjangan ini.

9. Memutakhirkan peralatan Anda

Entah itu alat teknologi seperti notebook, tablet, smartphone, atau mungkin oven pizza untuk restoran Anda, perubahan kecil ini dapat memberikan perbedaan besar pada usaha Anda. Tentukan investasi apa yang akan memiliki dampak terbesar pada produktivitas dan keuntungan usaha Anda dan cobalah mencari cara untuk mewujudkannya.

10. Rayakan keberhasilan Anda

Tidak peduli seberapa sibuknya Anda, pastikan untuk merayakan saat-saat Anda, karyawan Anda, atau bisnis Anda mencapai sasaran penting. Meluangkan waktu untuk mendiskusikan sasaran yang telah dicapai bisa mengumpulkan kembali energi Anda dan tim Anda dalam menghadapi tantangan berikutnya.

free translate from small-bizla

MERANCANG STRATEGI POLITIK KANTOR


Untuk terlibat dalam politik kantor dan menggunakannya secara positif, maka terlebih dahulu Anda harus menerima kenyataan tentang politik kantor seperti yang pernah dutarakan sebelumnya. Setelah itu, Anda bisa mulai mengembangkan strategi untuk berurusan dengan perilaku politik yang terjadi di sekitar Anda. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan menjadi pengamat dan kemudian menggunakan informasi yang Anda kumpulkan untuk membangun jaringan sendiri yang kuat. Berikut beberapa tips yang mungkin Anda perlukan:


Memetakan Kembali Bagan Organisasi Anda

Politik Kantor seringkali tidak mengikuti struktur organisasi secara formal. Pada tahap ini Anda cukup duduk dan menonton sambil mengamati perilaku politik di sekeliling Anda tanpa mengungkapkan komentar atau bahkan sekedar berbisik dengan kolega yang Anda anggap dekat. Biarkan semua berjalan secara alamiah seolah Anda menjadi orang polos yang tidak tertarik samasekali dengan praktek politik kantor. Kemudian secara diam-diam cobalah untuk memetakan kembali bagan organisasi dari sisi kekuasaan politik nonformal dalam organisasi Anda spt;
  • Siapa orang yang paling berpengaruh?
  • Siapa orang yang memiliki kewenangan tetapi tidak melaksanakannya?
  • Siapa orang yang palng dihormati?
  • Siapa orang yang paling disegani?
  • Siapa "otak" di belakang organisasi?

Memahami Jaringan Informal dalam organisasi Anda

Setelah Anda tahu siapa saja orang yang memiliki pengaruh dalam aspek-aspek penting dalam organisasi, Anda akan mengetahui di mana pusat kekuatan dan pengaruhnya. Sekarang Anda harus memahami jaringan sosial.
  • Siapa yang bisa bergaul dengan siapa?
  • Apakah ada kelompok atau kubu yang telah terbentuk?
  • Siapa yang terlibat dalam konflik interpersonal?
  • Siapa yang paling memiliki kesulitan bergaul dengan orang lain?
  • Apa dasar keterkaitan? Persahabatan, rasa hormat, manipulasi?
  • Bagaimana pengaruh aliran di antara pihak-pihak terkait?

Membangun Relasi

Sekarang Anda tahu tentang bagaimana hubungan kerja, kini Anda perlu membangun jaringan sosial Anda sendiri yang sesuai.
  • Jangan takut pada orang kuat secara politik dalam organisasi. Kenalilah mereka.
  • Pastikan Anda memiliki hubungan yang melintasi hirarki formal dalam segala arah (rekan-rekan, bos, eksekutif).
  • Mulailah membangun hubungan dengan orang-orang yang memiliki kekuatan informal.
  • Bangunlah hubungan atas dasar kepercayaan dan saling menghormati, hindarilah sanjungan atau pujian semu.
  • Ramahlah pada semua orang dan tidak memihak pada satu kelompok saja.
  • Jadilah bagian dari beberapa jaringan. Dengan cara ini Anda dapat merasakan denyut nadi organisasi.

Dengarkan dengan hati-hati

Ketika Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk mendengarkan, maka waktu bicara Anda cenderung akan berkurang. Ini akan lebih baik dibanding kata-kata yang keluar dari mulut Anda menjadi bumerang di kemudian hari. Lagipula, orang-orang menyukai orang lain yang mendengarkan mereka.


Memaksimalkan Jaringan Anda

Saat Anda membangun relasi, Anda perlu belajar untuk menggunakannya secara positif, steril dari politik kantor yang negatif. Anda bisa menggunakannya untuk mempromosikan diri Anda dan tim Anda secara positif. Terserah Anda untuk mengkomunikasikan kemampuan dan keberhasilan tim Anda kepada orang yang tepat, dan Anda melakukan ini melalui tindakan politik yang positif. Gunakan jaringan Anda untuk:
  • Mendapatkan akses ke informasi.
  • Membangun visibilitas prestasi Anda.
  • Memperbaiki hubungan dengan orang yang sulit.
  • Menangkap peluang di mana Anda bisa melambung naik.
  • Mencari cara untuk membuat diri Anda, tim Anda dan atasan Anda terlihat baik.

Menetralisir Permainan Negatif

Pemetaan Anda dari pengaruh informal dalam organisasi akan membantu Anda dalam mengidentifikasi orang-orang yang 'memanfaatkan' orang lain untuk kepentingan pribadi. Wajar jika Anda ingin menjauhkan diri dari orang-orang seperti itu. Tapi biasanya apa yang sering diharapkan justru akan mendapat sebaliknya. Maka ungkapan, "Raihlah teman dekat dan musuh Anda lebih dekat lagi" akan berlaku dengan sangat mulus dalam politik kantor.
  • Kenalilah orang-orang ini lebih baik lagi dan berlaku sopanlah kepada mereka. Tapi Anda harus selalu berhati-hati dengan apa yang Anda katakan kepada mereka.
  • Memahami apa yang memotivasi orang-orang ini dan apa tujuan mereka, dan pelajarilah bagaimana menghindari atau melawan dampak politik negatif mereka.
  • Perlu diketahui bahwa orang-orang ini biasanya tidak terlalu memperdulikan kemampuan teknis mereka (itu sebabnya mereka bergantung pada politik secara agresif untuk maju).

Kendalikan Perilaku Anda Sendiri

Melalui pengamatan Anda akan belajar mengenai hal-hal mana yang sesuai dengan budaya organisasi Anda dan hal mana yang tidak. Perhatikan orang lain di tempat kerja dan mengidentifikasi perilaku sukses yang dapat Anda jadikan contoh. Ada beberapa standar umum pengamatan yang biasa digunakan untuk menghentikan politik negatif dari rumor.
  • Jangan menyebarkan gosip, penghakiman yang meragukan, menyebarkan desas-desus ketika Anda mendengar sesuatu, ambillah beberapa hari untuk mempertimbangkan seberapa banyak kredibilitas tersebut.
  • Bangkitlah dalam konflik antar pribadi dan jangan terjebak dalam argumen.
  • Menjaga integritas Anda setiap saat, selalu tetap profesional, dan selalu mengingat kepentingan organisasi.
  • Berpikirlah positif, jangan merengek dan mengeluh .
  • Percaya diri dan tegas tapi tidak agresif.
  • Ketika menyuarakan keberatan atau kritik, pastikan Anda mengambil perspektif organisasi bukan satu pribadi.
  • Jangan mengandalkan kerahasiaan, anggaplah semua akan diungkapkan kemudian putuskan apa yang harus Anda ungkapkan sesuai porsinya.
  • Jadilah contoh integritas untuk tim Anda, dan mencegah adanya politik di dalamnya.

Poin Kunci

Positif atau negatif, politik tetap terjadi. Filsuf Plato mengatakan, "Salah satu hukuman karena menolak untuk berpartisipasi dalam politik adalah Anda akan berakhir dengan diatur oleh bawahan Anda." Dan ini berlaku hari ini di tempat kerja : Jika Anda tidak berpartisipasi dalam permainan politik, Anda berisiko tidak memiliki suara dalam situasi yang terjadi dan membuka kemungkinkan orang lain dengan sedikit pengalaman, keahlian atau pengetahuan untuk mempengaruhi keputusan-keputusan di sekitar Anda.

Politik Kantor adalah fakta kehidupan. Berpolitik yang bijaksana akan membantu Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan di dunia kerja tanpa mengorbankan orang lain. Pelajari dan gunakanlah kekuatannya secara positif sekaligus meredakan upaya dari orang-orang yang menyalahgunakannya.



free translate from mindtools

10 PERTANYAAN SEBELUM MENENTUKAN TARGET PASAR ANDA


Semakin baik Anda memahami pelanggan Anda, maka semakin cepat pula bisnis Anda akan berkembang. Namun  demikian, seringkali bisnis baru menentukan target pasar yang terlalu luas sehingga sulit untuk menemukan target riil mereka.

"Kami seringkali memandang ukuran pasar terlalu luas, dan dalam banyak kasus ternyata meleset, " kata Robert Hisrich, direktur Walker Center for Global Entrepreneurship di Thunderbird School of Global Management di Glendale, Arizona.

Berikut adalah 10 pertanyaan yang dapat membantu Anda menentukan apakah Anda memiliki target pasar:

Siapa yang akan membayar produk atau jasa saya?
Pertama, cobalah untuk memahami kebutuhan akan "solusi" atau jalan keluar yang ditawarkan oleh produk atau jasa Anda, kata Greg Habstritt, pendiri SimpleWealth.com, seorang Alberta, website Kanada berbasis saran bagi para pemilik usaha kecil. Kemudian, menggunakan informasi tersebut untuk membantu menentukan siapa yang kemungkinan besar bersedia membayar "solusi" yang Anda tawarkan. "Tidak hanya pelanggan potensial yang kemungkinan besar memiliki masalah, tetapi mereka juga perlu disadarkan bahwa mereka memiliki masalah [dan membutuhkan solusi]," kata Habstritt. Dia merekomendasikan untuk menggunakan alat kata kunci Google untuk mengetahui berapa banyak orang yang mencari kata yang berhubungan dengan ide bisnis Anda.

Siapa yang telah membeli dari saya?
Untuk memperbaiki target pemasaran dan strategi harga, Anda juga perlu melihat siapa yang telah membeli produk atau jasa Anda, kata Amos Adler, presiden Memotext. Dari data penjualan ini, Anda bisa mendapatkan pandangan berharga dengan merilis produk dalam tahap uji coba dan membiarkan konsumen potensial berbicara dengan dompetnya.

Apakah saya terlalu percaya diri terhadap target saya?
Memang mudah untuk mengasumsikan bahwa ada banyak orang yang membutuhkan layanan atau produk Anda. Namun, yang Anda butuhkan bukanlah asumsi! Jangkaulah kelompok pelanggan potensial untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis dan mempersempit upaya pemasaran Anda. Dalam hal ini Anda dapat melakukan survei, melakukan wawancara jenis Intercept Survey, atau menyelenggarakan Focus Group Discussion. "Dengan cara ini kami bisa mendapatkan ide-ide yang begitu antusias dan menyadari bahwa kami telah memandang ukuran pasar yang terlalu berlebihan," kata Hisrich.

Apa yang dipikirkan oleh jaringan saya?
Ketika Anda mencoba untuk memahami target pasar, mungkin Anda akan mendapatkan tantangan [biaya] saat mencari umpan balik dari konsumen potensial melalui survei, kelompok fokus dan sarana sejenis lainnya. Namun demikian Anda juga bisa memanfaatkan jaringan sosial Anda untuk mendapatkan umpan balik secara gratis. Banyak orang di jaringan Anda kemungkinan besar bersedia meluangkan waktu untuk memberikan pendapat dan saran, kata Bryan Darr, pendiri Mosaik Solutions, perusahaan analisis data yang di Memphis, Tenn.

Apakah asumsi saya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pribadi saya ?
Pengalaman pribadi dan pengetahuan Anda dapat membuat Anda meyakini bahwa Anda telah memahami target pasar Anda, bahkan sebelum Anda melakukan penelitian apapun, kata Habstritt. Sebagai contoh misalnya, jika Anda merupakan seorang penggemar kebugaran dan ingin memulai bisnis yang berhubungan dengan kesehatan pribadi, Anda mungkin menganggap telah mengetahui pelanggan Anda. Sekali lagi, "Janganlah berasumsi bahwa Anda dapat berpikir seperti target pasar Anda, " kata Habstritt lagi. "Anda harus menemui dan berbicara dengan mereka secara langsung untuk benar-benar memahami mereka."

Bagaimana model pendapatan saya?
Mencari tahu tentang bagaimana Anda akan menuai pendapatan dapat membantu Anda menemukan target pasar Anda, kata Hisrich. Usaha-usaha yang bersifat sosial justru dapat menjadi sangat rumit, karena tanpa memiliki rencana khusus untuk mendapatkan pendapatan. Dan ini sangat mudah pula untuk melebih-lebihkan ukuran pelanggan. Tapi jika Anda memiliki model pendapatan yang hanya menjual produk secara online misalnya, ini akan lebih mudah untuk mencari tahu target pelanggan Anda secara spesifik.

Bagaimana saya akan menjual produk atau jasa saya?
Strategi pemasaran ritel Anda dapat membantu menentukan target pasar Anda, kata Hisrich. Apakah Anda memiliki sebuah toko, website, atau bahkan keduanya? Apakah Anda akan memasarkannya hanya di negara asal Anda atau secara global? Sebagai contoh, sebuah bisnis yang hanya berbasis online mungkin memiliki pelanggan yang berusia lebih muda dibanding dengan toko-toko. Sebuah bisnis batu bata dan semen boleh jadi dapat mempersempit target pasar Anda kepada orang-orang di lingkungan Anda sendiri.

Bagaimana cara pesaing saya memulainya?
Dengan mengevaluasi strategi pemasaran kompetisi dapat membantu Anda untuk menentukan target pelanggan Anda sendiri, kata Darr. Tapi tentu saja, Anda tidak cukup hanya dengan menyalin pendekatan pemasaran mereka setelah Anda menentukan target konsumen Anda sendiri. "Anda harus memiliki cara sendiri untuk membedakan apa yang Anda tawarkan dari pesaing Anda," katanya.

Bagaimana saya menemukan pelanggan saya?
Ketika Anda mulai mendefinisikan target pelanggan Anda, cobalah untuk menentukan apakah Anda dapat secara efisien memasarkan kepada mereka. Anda harus melakukan riset pasar dan mempelajari pola demografis, geografis, dan pembelian dari target pasar Anda. Jika Anda menjual dari sebuah toko misalnya, Anda perlu tahu berapa banyak orang di pasar sasaran Anda yang tinggal di sekitar toko. Jika Anda menjual dari sebuah situs web, Anda perlu belajar tentang perilaku online calon pelanggan Anda. Memahami bagaimana mencari pelanggan Anda sejak dini dapat membantu Anda untuk membangun rencana permainan setelah Anda mulai membangun strategi pemasaran, kata Hisrich.

Apakah masih ada ruang untuk memperluas target pasar saya?
Bersiaplah untuk mendefinisikan kembali target pasar Anda atau memperluasnya sesuai berjalannya waktu, kata Darr. Misalnya, mencari tahu apakah Anda akan menargetkan konsumen dalam negeri atau pelanggan di seluruh dunia dapat menjadi awal yang baik. Sebagaimana kekuatan pemetaan mobile telah berkembang dalam dekade terakhir, ia dapat memperlihatkan pertumbuhan jumlah target pasar di perusahaannya sendiri. Pada awalnya, Mosaik hanya menangani kebanyakan operator nirkabel, tapi sekarang ia juga dapat menghitung penyedia kabel dan penyiaran sebagai klien, jelas Darr.

Alina Dizik - entrepreuneur

Field Interviewer for Your Market Research in Indonesia


If you are planning to conduct market research in Indonesia, talk to us, and we will be part of your professional Field Research Division.

As its name, Research Department, is a teamwork which specifically address the Research Field Management. Over the years, we have built a reputation through the knowledge and experience we have in the market and social research industry.

Our service is always oriented to the customer at a competitive cost, and we combine experience with innovative solutions that can be integrated into your business applications.

We always strive to put our business to keep as the cutting edge in finding new things, so that our customers can maintain its superiority over its competitors.

For us, no job is too big or too small. We offer a wide range of market research purposes such as:

Consumer Behavior Research
Costumer Satisfacion Research
Customer Service Research
Product Testing
Price Testing
Product Segmentation
Distribution Channel Analysis
Corporate Image Research
Brand Research
Copy Testing

EXPERIENCE and INTEGRITY

With over 20 years experience, we have handled a wide range of data gathering techniques such research;

Interviews (PAPI, CATI, CAWI, CAPI, IDI)
Focus Group Discussion (FGD)
Central Location Test (CLT)
Mystery Shopping
Mystery Calling
Data Cleansing / Verification, etc..

We will conduct a thorough evaluation of your business needs so as to produce the best solution for your company ranging from identification of need, then we will develop systems, tools, and resources we have to support your research project. The success of the provision of research data is valid, accurate, and quickly has always been our primary concern.

WHY US?

We understand that you have many options for handling your research projects. Large research institutions with services that are more "prestigious" and "sparkle" may also have been included in the list of your choice, which of course, with great cost budget.

But if you also want to make cost savings, why don't you do your own research projects with our help? We'll affiliates as part of your Research Division.

NOT NOW?

Press Ctrl + D on your keyboard, and save this page on your computer because you'll need it someday. If you have questions, please feel free to send us an email HERE.

CARA MENGUKUR KINERJA KARYAWAN ANDA



Apakah Anda seorang pengelola sebuah bank ataupun toko ritel, standar layanan pelanggan merupakan bagian penting dari operasi bisnis sehari-hari. Bahkan, kesuksesan atau kegagalan perusahaan Anda di masa depan mungkin akan bergantung pada tingkat standar layanan pelanggan yang Anda berikan. Pemilik bisnis dan manajemen dapat bekerja sama untuk mengembangkan satu set prosedur untuk mengukur kepuasan pelanggan dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

Berikut ini beberapa cara mengukur kinerja karyawan Anda;

Telusuri via internet dan cari sebanyak mungkin komentar atau pesan terhadap layanan pelanggan yang sejenis dengan Anda. Bloomberg Businessweek 2009 pernah melaporkan dalam sebuah artikelnya bahwa orang sering menggunakan internet untuk melampiaskan tentang layanan pelanggan yang buruk dan membandingkan perusahaan yang berbeda sebelum membeli sebuah produk. Hitunglah jumlah keluhan negatif dibandingkan dengan komentar positif terhadap layanan pelanggan yang Anda temukan di internet tersebut.

Lakukan sebuah survei kepuasan pelanggan yang mencakup pertanyaan tentang sikap karyawan, transaksi pembayaran, telepon, layanan Internet, penampilan produk, dan lain-lain. Supaya survei lebih efektif, sertakan juga penilaian dalam sebuah skala yang mengukur loyalitas pelanggan dan kemungkinan merekomendasikan kepada orang lain. Jika Anda tidak memiliki tim untuk melakukan survei ini, Anda bisa menggunakan Layanan Profesional Riset Pasar dengan biaya yang kompetitif. Mereka akan bersedia menjadi bagian dari Divisi Penelitian dan Pengembangan Anda.

Buatkan sebuah weblog khusus layanan pelanggan sehingga pelanggan dapat berinteraksi dan berkomentar secara anonim tentang pengalaman positif dan negatif dengan bisnis Anda. Periksalah weblog ini sesering mungkin untuk terus mengetahui perkembangan tingkat kepuasan pelanggan Anda.

Lakukanlah Program Mystery Shopper untuk mengunjungi bisnis Anda dengan berpura-pura sebagai pelanggan. Berikan beberapa tugas kepada Mystery Shopper seperti; mengajukan pertanyaan kepada karyawan, mengamati layout tampilan, membeli beberapa produk, dan lain-lain. Dengan kahliannya, seorang Mystery Shopper dapat merekam pengalaman selama melakukan kunjungan dengan pandangan sebagai seorang pelanggan dalam pikirannya. Tidak seperti manajemen, Mystery Shopper akan memberikan umpan balik yang terbebas dari bias dalam mengukur kepuasan pelanggan.

Tempatkan kotak saran di tempat yang memungkinkan bagi pelanggan untuk memberikan catatannya berkaitan dengan pengalaman mereka. The New York Times 2009 dalam sebuah artikelnya pernah merekomendasikan untuk menempatkan kotak saran di depan kasir atau posting link di situs web perusahaan. Lakukan pengecekan kotak saran setiap seminggu sekali untuk mengetahui bagian pelayanan mana yang perlu dilakukan perbaikan, seperti kecepatan kasir, penataan rak, stok produk, keramahan, dan lain-lain.

CARA SUKSES MELUNCURKAN PRODUK BARU


Di tengah membanjirnya produk-produk baru di pasaran, ditambah lagi dengan begitu gencarnya informasi kepada pelanggan, maka akan semakin sulit bagi produk baru Anda untuk mendapatkan perhatian pelanggan. Padahal untuk menarik perhatian pelanggan terhadap produk baru Anda di awal peluncuran adalah merupakan hal yang penting dibanding jika produk Anda dikenal di kemudian hari. Sekitar setengah dari penjualan dan keuntungan dari produk baru yang Anda dapatkan setelah peluncuran produk itu sendiri. Peluncuran produk baru yang sukses tidak hanya akan membuat produk Anda menonjol di pasaran, tetapi juga akan meningkatkan penjualan, permintaan yang berulang, dan tentu saja keuntungan.

Berikut beberapa petunjuk perencanaan peluncuran produk baru;

Mengidentifikasi tujuan dari peluncuran produk yang terukur. Mengetahui apa yang ingin Anda capai berkaitan dengan perusahaan, prospek, pakar industri dan media. Kemudian, komunikasikan tujuan Anda dengan semua pihak terkait dan dapatkan dukungan mereka.

Melakukan riset pasar. Cari tahu apa yang diinginkan oleh target pasar Anda melalui survei, kelompok diskusi terfokus, dan media social jika memungkinkan. Pastikan untuk menyertakan pelanggan saat ini dan pelanggan potensial dalam riset Anda. Pelajari juga tentang pesaing Anda untuk mengetahui adakah produk serupa yang juga mereka tawarkan, harganya, strategi pemasaran, dan periklanan.

Mengembangkan posisi penjualan Anda yang unik. Apa yang membedakan produk Anda dari orang lain di pasaran. Kemudian mengujinya untuk melihat apakah itu cukup menarik bagi pelanggan potensial Anda. Contoh dari posisi penjualan yang unik adalah ‘bebas ongkos kirim’ atau ‘beli 2 dapat 3’, dan lain sebagainya.

Mengembangkan rencana peluncuran produk secara menyeluruh, yang harus mengidentifikasi tugas, penetapan jadwal, dan tanggung jawab kegiatan. Rencana peluncuran harus membahas mengenai sumber daya, anggaran, hubungan masyarakat, branding dan positioning, kesiapan produk, penjualan dan pemasaran, dan juga media sosial. Rencana tersebut juga harus memberikan ruang bagi Anda untuk melacak dan memantau kemajuan peluncuran produk Anda tersebut.

Pra-Peluncuran

Lihatlah gambaran produk Anda. Biarkan sejumlah target potensial Anda untuk mencoba produk Anda, dan berikan kesempatan pada mereka untuk berkomentar di forum publik. Hal ini memiliki dua tujuan; Pertama, Anda dapat mempelajari apakah ada perubahan yang harus dilakukan pada produk Anda. Kedua, dengan melepaskan komentar kepada publik, hal itu akan menciptakan ketertarikan dan rasa penasaran tentang produk Anda sebelum peluncuran resminya.

Gunakan media sosial untuk memperkuat kualitas produk Anda, baik melalui blog, wawancara, maupun ulasan/komentar pelanggan.

Lakukan sebuah pertemuan yang menarik di mana Anda akan memperkenalkan produk dan menjelaskan rencana peluncuran pada semua orang di perusahaan Anda. Pertimbangkan juga untuk memberikan beberapa produk kepada karyawan sebagai hadiah. Salurkan semangat Anda kepada karyawan perusahaan Anda tentang produk, dan pada gilirannya mereka akan menjadi sebuah kekuatan tambahan ketika mereka berbicara tentang produk tersebut kepada teman-teman dan tetangga.

Tingkatkan pengetahuan tentang produk kepada tenaga penjualan Anda, bagaimana, dan apa saja manfaatnya bagi pelanggan. Selain itu, pastikan mereka memiliki semua bahan yang mereka butuhkan untuk mempromosikannya.

CARA MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR



Pertama-tama, kenali terlebih dahulu produk atau jasa Anda. Apakah termasuk dalam lingkup lokal, nasional, atau bahkan internasional? Apakah produk atau jasa Anda memiliki kecenderungan untuk dijual di wilayah atau komunitas Anda sendiri?

Baiklah, kita anggap saja bahwa pasar utama Anda adalah lokal atau regional, dan Anda tinggal di sebuah komunitas dengan populasi 25.000 orang. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan penelitian 'demografi' pada komunitas Anda, dan membaginya ke dalam segmen pasar sbb:

Usia: Anak-anak, Remaja, Dewasa, Lansia
Jenis kelamin: Pria, Wanita
Pendidikan: SMA, Diploma, Sarjana
Penghasilan: Rendah, Sedang, Tinggi
Status Pernikahan: Lajang, Menikah, Bercerai
Latar belakang Etnis dan/atau Agama
Siklus hidup keluarga: Baru menikah, Menikah selama 10 - 20 tahun, dengan atau tanpa anak-anak.

Informasi ini harus tersedia, dan Anda bisa mendapatkannya misalnya melalui instansi terkait di pemerintah kota setempat, atau perpustakaan. semakin detail informasi yang Anda dapatkan, akan semakin baik.

Selanjutnya, Anda perlu segmen pasar sebanyak mungkin menggunakan 'psikografis' sebagai panduan seperti contoh berikut:

Gaya hidup: Konservatif, Menarik, Trendi, Ekonomis
Kelas sosial: Bawah, Menengah, Atas
Opini: Mudah dipimpin atau Dogmatis
Aktivitas dan kepentingan: Olahraga, Kebugaran Fisik, Belanja, Buku
Sikap dan keyakinan: Kesadaran akan Lingkungan, dan Keamanan

Jika produk atau jasa Anda termasuk kategori bisnis (corporate), Anda juga perlu mempertimbangkan jenis-jenis industri yang tersedia, jumlah karyawan mereka, volume penjualan tahunan, lokasi, dan stabilitas perusahaan. Selain itu, Anda mungkin juga ingin mengetahui bagaimana mereka membeli misalnya: musiman, lokal, hanya dalam volume, siapa yang membuat keputusan?

Penting untuk dicatat bahwa untuk pelanggan bisnis, tidak seperti individu, mereka membeli produk atau jasa untuk tiga alasan saja: untuk meningkatkan pendapatan, untuk mempertahankan status quo, atau untuk mengurangi biaya. Jika Anda telah mengisi salah satu atau lebih dari kebutuhan perusahaan tadi, maka Anda telah menemukan target pasar Anda.

Sekarang Anda harus memiliki gambaran lebih jelas yang muncul dari benak Anda mengenai 'pelanggan ideal', atau singkatnya pelanggan seperti apa yang Anda inginkan. Hal ini tergantung pada sifat dari bisnis Anda. Mungkin Anda bisa menuliskan deskripsi pelanggan ideal Anda misalnya; "Target pelanggan saya adalah seorang wanita kelas menengah berusia 30-an atau 40-an yang sudah menikah dan memiliki anak, sadar lingkungan dan sehat secara fisik." Berdasarkan angka yang Anda temukan dalam penelitian di atas, Anda akan mengetahui, misalnya, ternyata ada sekitar 9000 orang pelanggan potensial di daerah Anda! Boleh jadi 3000 diantaranya sudah setia kepada pesaing Anda, tapi masih tersisa sebanyak 6000 yang netral, atau yang belum membeli produk dari siapa pun. Disinilah pentingnya Anda melakukan penelitian atau riset pasar.

Seringkali calon pelanggan tidak tahu tentang perusahaan Anda, atau tidak dapat membedakan antara perusahaan Anda dengan pesaing. Ini adalah tugas Anda setelah Anda tahu siapa pelanggan terbaik Anda yang akan dijadikan kelompok target.

Selain itu, melalui contoh diatas Anda dapat mempertimbangkan untuk memperluas target pasar Anda misalnya dengan menyertakan perempuan usia 50-60 tahun. Jika Anda kembali ke alasan dasar mengapa orang membeli barang atau jasa, dan dapat menemukan cara untuk menargetkan upaya Anda pada kelompok usia, maka Anda akan memiliki peluang lebih untuk menangkap pangsa pasar yang lebih besar!

Di sisi lain, bagaimana jika untuk kategori produk atau jasa Anda, setelah meneliti target pasar Anda, ternyata Anda menemukan hanya ada kurang dari 100 orang yang akan membeli produk atau jasa Anda?

Pertama-tama, jika orang sebanyak 100 tadi adalah pelanggan corporate yang akan mengkonsumsi ratusan produk atau jasa Anda setiap tahun, maka Anda tidak perlu takut. Tapi jika orang sebanyak 100 tersebut hanya akan mengeluarkan anggarannya sebesar, katakanlah Rp. 100.000,- per tahun untuk mengkonsumsi produk atau jasa Anda, maka Anda perlu kembali ke skema perencanaan bisnis awal Anda dan mulailah dengan menentukan target pasar yang lebih luas. Tapi setidaknya kali ini Anda telah dipersenjatai dengan semua informasi yang Anda butuhkan. Atau boleh jadi Anda akan memulainya dengan arah yang berbeda.

PRINSIP KERJASAMA TIM


Kerjasama tim (teamwork) merupakan faktor penting yang akan menentukan keberhasilan sebuah tim atau kelompok dalam mencapai tujuannya. Kita lihat begitu banyak yang telah ditulis tentang kerja sama tim, bahkan seringkali dalam obrolan orang sangat fasih ber-teori tentang kerjasama tim tetapi gagal untuk menerapkannya dalam praktek. Jika Anda sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap perekrutan calon anggota dalam organisasi Anda, maka Anda sering melihat para pelamar yang menempatkan “kemampuan untuk bekerja dalam tim” atau “kerja tim” sebagai salah satu atribut mereka dalam resume-nya.

Namun, kenyataannya bahwa kerja sama tim sebagai sebuah kualitas telah berada pada tingkat kelesuan selama bertahun-tahun, bahkan dalam beberapa kasus, telah berhenti dan hanya menjadi sebuah istilah yang klise. Jadi, penting untuk diingat bagi semua orang yang bersandar dari teori kerjasama tim bahwa hal tersebut tidak akan ada gunanya sampai benar-benar bisa dipraktekkan.

Disini kami akan mencoba memberikan prinsip-prinsip dasar untuk membangun sebuah tim yang kuat dengan harapan Anda dapat menanamkan prinsip-prinsip tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan oleh organisasi Anda.

Prinsip Kerjasama Tim

Salah satu prinsip pertama dari sebuah kerja sama tim yang efektif adalah ketika tim mulai dibentuk, maka harus ada kejelasan mengenai tujuan yang ingin dicapai oleh tim tersebut. Hal ini menjadi sangat penting karena sebagai suatu entitas, sebuah tim harus memiliki tujuan yang jelas. Dengan tidak adanya suatu tujuan, anggota tim tidak mungkin dapat memahami tanggungjawab mereka, yang dapat menyebabkan terjadinya ambiguitas (bermakna ganda/majemuk).

Para anggota tim harus bersedia untuk saling belajar satu sama lain. Mungkin ada beberapa anggota yang sangat baik dalam memahami intruksi, sementara yang lain mungkin masih butuh waktu dan bimbingan. Semua anggota tim harus memiliki semangat dan kemauan untuk memberikan pelajaran di satu pihak, dan juga mempelajari di pihak lain mengenai ide-ide atau penemuan baru. Anggota tim tidak boleh ragu-ragu dalam meminta bantuan dari anggota yang lebih senior, dan begitu juga anggota yang senior pada gilirannya harus melangkah maju untuk membantu anggota baru.

Harus ada komunikasi dua arah di antara anggota tim tentang peran mereka, sehingga ada pemahaman dan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh masing-masing anggota. Hal ini sangat penting karena kita tahu bahwa ketika terjadi hal-hal diluar rencana, maka seluruh anggota akan terlibat dalam kesalahan ini. Jika setiap anggota telah memiliki kesadaran akan “permainan keterlibatan” dalam melaksanakan tugas, maka mereka lebih cenderung untuk saling menghargai atas upaya yang mereka lakukan.

Sementara kontrol atas tim harus tetap dilakukan, namun penting juga bahwa tim perlu diberikan sedikit fleksibilitas dalam melaksanakan tugas mereka. Jika terlalu banyak gangguan maka dapat mempengaruhi efisiensi tim dan dapat meredam semangat para anggota.

Terjalinnya komunikasi yang efektif antar anggota tim juga merupakan hal yang tidak kalah penting. Berkomunikasi secara efektif di sini berarti informasi yang dibagi ke semua anggota tim sehingga “si biang gosip” akan tersimpan jauh di laci gudang. Melibatkan semua anggota tim Anda dalam sebuah diskusi pada strategi bisnis yang efektif misalnya, ini akan membantu dalam membuat anggota tim merasa menjadi bagian berharga dari organisasi. Komunikasi yang efektif juga menyerukan untuk membahas masalah-masalah penting secara terbuka sehingga semua orang berada pada posisi yang sama.

Harus ada inisiatif untuk menghargai dan mengakui tim dan anggotanya yang telah melakukan teladan dan membantu tim dalam mencapai target. Hal ini akan mendorong anggota lain untuk mengikuti dan bertindak sebagai dorongan kepada orang-orang yang benar-benar percaya pada nilai-nilai kerja tim.

Terakhir, harus ada persaingan yang sehat di antara anggota tim untuk mengungguli satu sama lain. Dengan tidak adanya kompetisi, pekerjaan menjadi tidak menarik dan monoton, yang lagi-lagi dapat merugikan tim. Jadi, penting bahwa anggota tim diberikan kesempatan yang cukup untuk tumbuh dalam kehidupan profesional mereka.

Walaupun kami sangat menyadari bahwa dalam hal ini tidak ada aturan yang baku, namun gambaran diatas adalah beberapa prinsip kerjasama tim yang perlu dipertimbangkan untuk diterapkan pada organisasi Anda. Kami yakin jika prinsip-prinsip tersebut telah dipahami, berada pada kesadaran setiap anggota tim, dan mereka melakukannya dengan tulus, maka prinsip ini dapat membuktikannya.

Baiklah, sebagai penutup, kami akan mengutip kata-kata dari Henry Ford - salah satu legendaris dalam industri mobil, "Jika semua orang bergerak maju bersama-sama, maka kesuksesan akan mengikuti dengan sendirinya”.

CARA MENGETAHUI KEBUTUHAN PELANGGAN


Seberapapun bagusnya produk atau layanan Anda, fakta yang sederhana mengatakan bahwa "tak seorangpun bersedia membelinya jika mereka tidak merasa membutuhkannya dan Anda tidak bisa membujuk siapapun untuk membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan kecuali Anda telah memahami secara jelas apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelanggan".

Mengetahui dan memahami kebutuhan pelanggan adalah inti dari setiap bisnis yang sukses, apakah itu penjualan secara langsung kepada individu/perorangan atau bisnis lainnya (corporate). Setelah Anda memiliki pengetahuan ini, Anda dapat menggunakannya untuk meyakinkan baik kepada pelanggan potensial maupun yang sudah ada bahwa membeli dari Anda adalah merupakan kepentingan terbaik mereka.

Berikut ini daftar pertanyaan yang perlu Anda ketahui tentang pelanggan Anda sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan strategi penjualan yang lebih efektif yang pada gilirannya Anda dapat memenangkan persaingan bisnis Anda.

Siapa mereka?

Jika Anda menjual langsung kepada perorangan/individu, cari tahu tentang jenis kelamin, usia, dan pekerjaan mereka. Jika Anda menjual ke perusahaan/corporate, cari tahu tentang jenis industri mereka, lokasi, wilayah operasional, dan jenis bisnis mereka. Misalnya, apakah mereka perusahaan swasta kecil atau multinasional besar? Dengan mengetahui hal ini, Anda dapat mengidentifikasi bisnis serupa yang mungkin dapat Anda targetkan.

Apa yang mereka lakukan?

Jika Anda menjual langsung kepada perorangan/individu, ada baiknya mengetahui pekerjaan dan kepentingan mereka. Jika Anda menjual ke perusahaan/corporate, ada baiknya untuk memiliki pemahaman tentang apa yang ingin dicapai oleh bisnis mereka.

Mengapa mereka membeli?

Jika Anda mengetahui mengapa pelanggan membeli produk atau layanan Anda, maka akan lebih mudah untuk menyesuaikan kebutuhan mereka dengan konsep penawaran Anda sebagai keuntungan bisnis Anda.

Kapan mereka membeli?

Jika Anda mendekati seorang pelanggan hanya pada saat mereka ingin membeli, maka Anda akan meningkatkan kesempatan untuk sukses secara besar-besaran.

Bagaimana mereka membeli?

Sebagai contoh, beberapa orang lebih memilih untuk membeli dari sebuah situs web, sementara yang lain lebih memilih pertemuan tatap muka.

Berapa banyak uang yang mereka miliki?

Anda akan akan lebih berhasil jika Anda dapat mencocokkan apa yang Anda tawarkan dengan kemampuan financial pelanggan. Untuk produk premium, atau produk yang harganya lebih tinggi tampaknya tidak akan berhasil jika sebagian besar pelanggan Anda memiliki anggaran terbatas - kecuali jika Anda dapat mengidentifikasi pelanggan baru dengan daya beli yang cocok.

Apa yang membuat mereka merasa nyaman dengan membeli?

Jika Anda tahu apa yang membuat mereka tergerak, Anda dapat melayani mereka dengan cara yang mereka inginkan.

Apa yang mereka harapkan dari Anda?

Misalnya, jika pelanggan Anda mengharapkan pengiriman yang handal dan Anda tidak mengecewakan mereka, maka Anda berdiri untuk mendapatkan bisnis yang berulang.

Apa yang mereka pikirkan tentang Anda?

Jika pelanggan Anda senang berbisnis dengan Anda, mereka akan cenderung membeli lebih banyak. Dan Anda hanya bisa mengatasi masalah yang pelanggan keluhkan hanya jika Anda tahu apa yang mereka rasa kurang berkenan.

Apa pendapat mereka tentang pesaing Anda?

Jika Anda mengetahui bagaimana pelanggan Anda melihat pesaing Anda, maka Anda memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berada di depan pesaing Anda.

Nah, sekarang saatnya bagi Anda untuk menemukan informasi atas daftar pertanyaan diatas. Informasi tersebut bisa Anda dapatkan dengan melakukan riset pasar. Bagaimana cara melakukannya?

CARA MENENTUKAN TARGET PASAR



Kesalahan yang kerap dilakukan oleh pengusaha muda adalah dengan melakukan pemasaran produk atau jasa sebelum mendefinisikan secara jelas siapa target yang akan dijadikan pelanggan atau klien mereka. Jika Anda juga melakukannya, Anda hanya akan membuang waktu dan biaya pemasaran yang telah Anda keluarkan.

Pemasaran bukan hanya masalah membuat dan menempatkan iklan baik di media cetak maupun elektronik. Ini merupakan metode untuk menarik bisnis baru. Sebelum Anda dapat mencapai hal ini, Anda harus tahu persis siapa target pasar yang ingin Anda bidik. Anda perlu tahu target pasar Anda sebelum Anda dapat menghubungi atau berkomunikasi dengan mereka.

Apa kira-kira manfaat dari penentuan target pasar ini? Mari kita ambil contoh sederhana, misalnya, saat Anda menjual perlengkapan petualangan arung jeram dan Anda ingin memasang iklan di TV. Pertanyaannya kemudian; Apakah mereka (para penggila petualang) benar-benar orang yang dengan senang hati duduk seharian di depan pesawat televisi sambil makan pop corn?

Tentukan pelanggan Anda dengan mendapatkan informasi segala sesuatu tentang mereka. Pikirkan baik-baik mengenai produk atau layanan Anda. Siapa sebenarnya orang yang benar-benar membutuhkan dan ingin membeli produk atau layanan Anda? Berapa umurnya? Apa status perkawinannya? Di mana mereka tinggal? Bagaimana mereka menghabiskan waktu luangnya? Apa hobinya? Produk lain apa saja yang mereka beli? Dan, ke mana saja mereka pergi berlibur?

Anda perlu mengembangkan target pasar se-detail mungkin jika Anda ingin memasarkan produk atau jasa secara efektif. Jadi pikirkan tentang "pelanggan ideal" Anda sebagai pribadi. Visualisasikan dia secara detail, dan "lihat"-lah apa yang dia lakukan, pikirkan, dan inginkan.

Jika Anda tidak dapat mem-visualisasikan orang ini secara jelas dan tegas, maka Anda perlu untuk melakukan riset pelanggan potensial (segmentasi pasar) Anda sampai Anda bisa melakukannya sendiri. Karena sebelum Anda bisa menentukan target pasar Anda, maka Anda juga belum bisa membuat keputusan tentang pemasaran, seperti bagaimana, di mana, dan kapan Anda harus memasang iklan.

Nah, sekarang saatnya bagi Anda untuk menemukan informasi segala sesuatu yang berkaitan dengan pelanggan Anda. Informasi tersebut bisa Anda dapatkan dengan melakukan riset pasar. Bagaimana cara melakukannya? [tris*]

Baca selengkapnya disini >>CARA MELAKUKANRISET PASAR

source

CARA SUKSES MEMULAI BISNIS


Memulai sebuah bisnis bisa menjadi salah satu keputusan yang paling menggembirakan dalam hidup Anda. Tapi ada banyak bagian dan berbagai faktor yang mesti Anda pertimbangkan.

Berikut adalah 10 langkah yang memberikan gambaran tentang langkah-langkah dasar yang diperlukan untuk memulai sebuah bisnis dengan sukses. Ambillah satu langkah pada satu waktu, dan Anda akan berada di tengah proses kepemilikan sebuah usaha kecil.

Langkah 1: Dapatkan Inspirasi

Semua bisnis dimulai dari titik yang sama yaitu ide. Anda mungkin telah bermimpi untuk memulai bisnis Anda sendiri selama bertahun-tahun, atau sebuah inspirasi besar telah membangunkan Anda secara tiba-tiba. Terlepas dari sumber inspirasi, langkah pertama untuk memulai sebuah bisnis Anda sendiri akan datang melalui ide bisnis.

Langkah 2: Lakukan Riset Anda

Anda telah mengidentifikasi ide besar Anda, sekarang saatnya untuk menyeimbangkannya dengan sedikit realitas. Apakah Anda benar-benar siap untuk memulai bisnis ini? Ambillah sebuah daftar pertanyaan kepada diri sendiri untuk mengukur kesiapan diri Anda dan melihat apa saja yang perlu Anda persiapkan untuk memiliki sebuah bisnis yang sukses.

Tahap selanjutnya dalam riset yang Anda lakukan dalam bisnis kecil ini adalah proses awal yang akan membantu Anda mengetahui apakah ide bisnis Anda memiliki potensi.

Supaya bisnis Anda sukses, maka ia harus bisa memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan, atau menawarkan sesuatu yang diinginkan pasar. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan ini, termasuk penelitian, kelompok diskusi terfokus, dan bahkan “trial and error”. Ketika Anda menjelajahi pasar, beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab meliputi:
  1. Apakah ada kebutuhan untuk produk / jasa Anda? 
  2. Siapa yang membutuhkannya? 
  3. Apakah ada perusahaan lain yang menawarkan produk / layanan serupa sekarang ini? 
  4. Seperti apa persaingan yang terjadi? 
  5. Bagaimana bisnis Anda akan masuk ke pasar? 

Jangan lupa untuk bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan, juga, tentang memulai bisnis sebelum Anda memutuskan untuk mengambil risiko.

Untuk pembahasan mengenai riset ini, Anda bisa klik disini >>CARA MELAKUKAN RISET PASAR

Langkah 3: Membuat Rencana Bisnis

Sekarang Anda butuh rencana untuk membuat ide bisnis Anda menjadi kenyataan. Jika Anda berniat untuk mencari dukungan keuangan dari investor atau lembaga keuangan, maka Anda harus membuat rencana bisnis secara formal.

Bahkan jika Anda tidak akan mencari dukungan keuangan-pun, rencana bisnis sederhana dapat memberikan kejelasan tentang apa yang ingin Anda capai dan bagaimana Anda berencana untuk melakukannya.

Secara umum, rencana bisnis Anda harus menggariskan tujuan bisnis Anda dan motivasi yang melatarbelakanginya, serta rencana Anda untuk mencapai tujuan Anda dalam hal pemasaran dan pendanaan.

Langkah 4: Rencanakan Keuangan Anda

Memulai usaha kecil tidak harus memerlukan banyak uang, tetapi akan melibatkan beberapa investasi awal. Ada beberapa sumber pendanaan yang dapat mendanai bisnis kecil Anda, termasuk:
  • Lembaga Pembiayaan 
  • Pinjaman Usaha Kecil 
  • Hibah Usaha Kecil 
  • Investor 

Langkah 5: Pilih Struktur Bisnis

Bisnis kecil Anda bisa menjadi kepemilikan tunggal, kemitraan, perseroan terbatas, atau korporasi. Namun demikian, Anda harus ingat bahwa struktur bisnis yang Anda pilih akan berdampak banyak terhadap nama bisnis Anda, tanggung jawab, dan bagaimana Anda mengajukan pajak Anda.

Anda dapat memilih struktur bisnis awal, kemudian mengevaluasi kembali dan mengubah struktur Anda seiring tumbuhnya bisnis Anda yang membutuhkan perubahan.

Langkah 6: Pilih dan Daftarkan Nama Bisnis Anda

Nama bisnis Anda memainkan peran dalam hampir setiap aspek bisnis Anda, sehingga Anda ingin menjadi salah satu yang terbaik. Pastikan Anda berpikir melalui semua implikasi potensial ketika Anda menjelajahi pilihan Anda dan memilih nama bisnis Anda.

Setelah Anda memilih nama untuk bisnis Anda, Anda perlu memeriksa apakah nama tersebut telah terdaftar atau sedang digunakan orang lain. Ketika Anda merasa yakin bahwa nama bisnis Anda belum terdaftar, maka Anda tinggal mendaftarkannya. Seorang pemilik tunggal harus mendaftarkan nama bisnis mereka. Korporasi, LLC, atau kemitraan terbatas biasanya mendaftarkan nama bisnis mereka ketika dokumen pembentukan diajukan.

Langkah 7: Dapatkan Lisensi dan Izin Usaha

Dokumen merupakan bagian dari proses ketika Anda memulai bisnis Anda sendiri. Ada berbagai izin usaha kecil yang mungkin berlaku untuk situasi Anda, tergantung pada jenis bisnis Anda mulai dan di mana Anda berada. Anda perlu untuk melakukan riset apakah lisensi dan izin berlaku untuk bisnis Anda selama proses start-up.

Langkah 8: Tentukan Lokasi Bisnis Anda

Menyiapkan tempat usaha adalah merupakan hal penting untuk operasi bisnis Anda, apakah Anda akan memiliki kantor di rumah, ruang kantor bersama atau pribadi, atau lokasi ritel.

Anda perlu memikirkan lokasi, peralatan, dan pastikan lokasi bisnis Anda cocok dengan jenis bisnis yang Anda jalankan.

Langkah 9: Pilih Sistem Akuntansi Anda

Usaha kecil berjalan paling efektif ketika ada sistem keuangan. Salah satu sistem yang paling penting untuk usaha kecil adalah sistem akuntansi.

Sistem akuntansi Anda diperlukan untuk membuat dan mengelola anggaran, menetapkan tingkat suku bunga Anda, melakukan bisnis dengan orang lain, dan mengajukan pajak Anda. Anda dapat mengatur sistem akuntansi Anda sendiri, atau menyewa seorang akuntan.

Langkah 10: Mempromosikan Bisnis Kecil Anda

Setelah bisnis Anda mulai berjalan, Anda perlu mulai menarik klien dan pelanggan. Anda akan memulai dengan dasar-dasar dengan menulis proposisi penjualan yang unik (USP) dan membuat rencana pemasaran Anda.

Kemudian, mengeksplorasi sebanyak mungkin ide pemasaran usaha kecil sehingga Anda dapat memutuskan bagaimana mempromosikan bisnis Anda dengan cara paling efektif.

Setelah Anda menyelesaikan kegiatan-kegiatan untuk memulai bisnis ini, Anda akan segera memiliki semua hal yang paling penting dalam memulai sebuah usaha kecil, dan sekarang Anda siap untuk meraih kesuksesan bisnis kecil Anda.

CARA MENYIKAPI POLITIK KANTOR


"Ada begitu banyak perselisihan dan manuver yang terjadi di kantor! Aku betul-betul benci dengan perpolitikan di kantor ini".

"Joseph adalah seorang yang juga berpolitik di kantor, dia cerdas, tahu persis bagaimana untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, dan bagaimana cara mendapatkannya."

Apakah Anda juga membencinya, mengaguminya, belajar darinya, atau malah menghindarinya?

Baiklah, Politik Kantor adalah fakta kehidupan dalam organisasi apapun dan dimanapun. Suka atau tidak, itu adalah sesuatu yang Anda butuhkan untuk memastikan kesuksesan Anda sendiri. Oleh karenanya, Anda perlu memahami dan menguasai Perpolitikan Kantor.

"Politik Kantor" adalah strategi yang dimainkan oleh banyak orang untuk mendapatkan keuntungan, baik secara pribadi ataupun untuk tujuan yang mereka dukung. Istilah "Politik Kantor" sering memiliki konotasi negatif jika mengacu pada strategi yang digunakan orang untuk mencari keuntungan dengan mengorbankan orang lain. Dalam konteks ini (politik kantor negatif) memang sering mempengaruhi lingkungan kerja sekaligus hubungan antar anggota di dalamnya. Namun di sisi lain, Politik Kantor yang baik, justru cukup membantu Anda dalam mempromosikan diri ataupun keutungan lain. Praktek politik kantor yang baik ini lebih sering disebut Manajemen Jaringan dan Stakeholder.

Mungkin karena konotasi negatif, maka banyak orang melihat politik kantor sebagai sesuatu yang sebisa mungkin harus dihindari. Tapi faktanya, untuk menjamin kesuksesan baik Anda sendiri maupun proyek yang Anda tangani, Anda harus bisa mengendalikan jebakan-jebakan Politik Kantor. Jika Anda menghindari dan tidak mau berurusan dengan politik kantor yang mungkin terjadi di sekitar Anda, maka Anda hanya akan menjadi korban sementara yang lain akan mengambil keuntungan dengan cara licik. Disamping itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan baik untuk Anda sendiri maupun orang-orang dalam tim Anda yang telah mendukung proyek-proyek Anda.

Mengapa politik dalam dunia kerja tak bisa dihindari?
  • Beberapa orang memiliki kekuatan lebih dari yang lain, baik melalui hirarki atau dari pengaruh-pengaruh lain. 
  • Bagi sebagian besar orang, mendapatkan promosi adalah penting, dan ini dapat menciptakan persaingan antar individu, atau ketidakselarasan antara tujuan tim dan orang- orang di dalamnya. 
  • Kebanyakan orang perduli terhadap keputusan di tempat kerja dan ini mendorong perilaku politik karena mereka berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. 
  • Keputusan di tempat kerja dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan faktor personal, sehingga masih terdapat ruang terjadinya konflik kepentingan. 
  • Orang-orang dan tim dalam organisasi seringkali harus bersaing untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas, hal ini dapat menyebabkan semacam "konflik kepentingan" di mana tim bersaing untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka, sekalipun hal ini terkadang bertentangan dengan kepentingan yang lebih besar. 

Lalu, Bagaimana cara merancang strategi politik kantor? >>Next


free translate from mindtools

PROSES PENELITIAN PASAR


Penelitian pasar termasuk jenis penelitian deskriptif, dimana tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kondisi pasar untuk jenis produk barang atau layanan tertentu. Dengan penelitian pasar seorang pimpinan dapat mengambil keputusan tentang strategi dan taktik yang digunakan untuk memasarkan produk tertentu.

Dalam kaitannya dengan perusahaan maka jenis penelitian yang dilakukan perusahaan sebaiknya adalah penelitian yang memiliki dampak terhadap pengembangan pemasaran dan peningkatan mutu produknya. Salah satu jenis penelitian ditinjau dari tingkat eksplanasinya adalah penelitian deskriptif (Sugiyono: 2006, 5), jenis penelitian ini dapat dilakukan oleh perusahaan dalam kaitannya dengan pemasaran produknya. Jenis penelitian deskriptif sendiri dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu (1) apabila hanya mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif maka disebut penelitian deskriptif kualitatif; (2) Apabila dilakukan analisis data dengan menghubungkan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka disebut deskriptif asosiatif; dan (3) apabila dalam analisis data dilakukan pembandingan maka disebut deskriptif komparatif.

A. Persiapan Penelitian

Sebuah penelitian beranjak dari masalah yang ditemukan atau dirasakan. Yang dimaksud masalah adalah setiap hambatan atau kesulitan yang membuat seseorang ingin memecahkannya. Jadi sebuah masalah harus dapat dirasakan sebagai satu hambatan yang harus diatasi apabila kita ingin melakukan sesuatu. Dalam arti lain sebuah masalah terjadi karena adanya kesenjangan (gap) antara kenyataan dengan yang seharusnya. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah itu, atau dengan kata lain dapat menutup atau setidak-tidaknya memperkecil kesenjangan itu.
Setelah masalah diidentifikasi, dipilih, maka lalu perlu dirumuskan. Perumusan ini penting, karena berdasarkan rumusan tersebut akan ditentukan metode pengumpulan data, pengolahan data maupun analisis dan peyimpulan hasil penelitian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah, yaitu: Sebaiknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, padat dan jelas, memberi petunjuk tentang memungkinkannya pengumpulan data, dan cara menganalisisnya.

Setelah masalah dirumuskan, maka langkah selanjutnya adalah mencari teori-teori, konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan teoritis penelitian yang akan dilakukan itu. Hal lain yang lebih penting makna dari penelaahan kepustakaan adalah untuk memperluas wawasan keilmuan bagi para calon peneliti, karena kita sadari bahwa semua informasi yang berkaitan dengan keilmuan dalam hal ini teori ataupun hasil penelitian para ahli semua sudah tertuang dalam kepustakaan.

Selanjutnya ditentukan metode pengumpulan data, yang diantaranya meliputi metode wawancara, angket, pengamatan dan dokumentasi. Apabila kita katakan bahwa untuk memperoleh data kita gunakan metode wawancara, maka di dalam melaksanakan pekerjaan wawancara ini, pewawancara menggunakan alat bantu. Secara minimal alat bantu tersebut berupa rambu-rambu pertanyaan yang akan ditanyakan dan biasanya disebut pedoman wawancara. Untuk memperoleh jawaban secara tertulis dari responden, digunakan angket atau kuesioner. Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memproleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Istilah angket digunakan untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan metode angket berarti instrumen yang digunakan adalah angket.

Selanjutnya data dapat diambil melalui proses pengamatan atau observasi. Pengamatan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan non sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan dan pengamatan sistematis, yang dilakukan oleh pengamatan dengan menggunakan pedoman dalam melakukan pengamatan. Saat melakukan penelitian di mana sumber datanya berupa tulisan atau dokumen, digunakan metode dokumentasi.

B. Pelaksanaan Pengumpulan dan Pengolahan Data
Setelah peneliti melakukan persiapan seperti dijelaskan di atas, maka selanjutnya dilakukan pengumpulan data. Untuk seorang peneliti perusahaan, pengumpulan data dilakukan di lingkungan pasar atau masyarakat yang menjadi sasaran produknya. Dalam hal rancangan penelitian deskriptif aplikatif, maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara dan pengamatan.

Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera dilakukan pengolahan data. Selanjutnya data yang telah diolah tersebut disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan lain-lain agar memudahkan dalam pengolahan serta analisis selanjutnya.

C. Analisis

Data hasil olahan tersebut kemudian harus dianalisis, data deskriptif kualitatif sering hanya dianalisis menurut isinya dan karenanya analisis seperti ini juga disebut analisis isi (content analysis). Dalam analisis deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel data yang berisi frekuensi, dan kemudian dihitung mean, median, modus, persentase, standar deviasi atau lainnya. Untuk analisis statistik, model analisis yang digunakan harus sesuai dengan rancangan penelitiannya. Apabila penelitian yang dilakukan hanya berhenti pada penjelasan masalah dan upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan (untuk meningkatkan mutu pembelajaran), maka setelah disajikan data hasil wawancara, angket, pengamatan atau dokumentasi, maka selanjutnya dianalisis atau dibahas dan diberi makna atas data yang disajikan tersebut. Tetapi apabila penelitian juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat hubungan maka harus dilakukan pengujian hipotesis sebagaimana hipotesis yang telah ditetapkan untuk diuji. Misalnya uji statistik yang dilakukan adalah uji hubungan, maka akan diperoleh hasil uji dalam dua kemungkinan, yaitu hubungan antar variabel-variabel penelitian atau perbedaan antara sampel-sampel yang diteliti, dengan taraf signifikansi tertentu, misalnya 5% atau 10%., atau dapat terjadi hubungan antar variabel penelitian atau perbedaan antara sampel yang diteliti tidak signifikan. Apabila ternyata dari hasil pengujian diketahui bahwa hipotesis alternatif diterima (hipotesis nol ditolak) berarti menyatakan bahwa dugaan tentang adanya saling hubungan atau adanya perbedaan diterima sebagai hal yang benar, karena telah terbukti demikian. Sebaliknya dalam kemungkinan hasil yang kedua dinyatakan hipotesis alternatif tidak terbukti kebenarannya, maka berati hipotesis nol yang diterima. Dengan telah diambilnya hasil pengujian mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis maka berati analisis statistik telah selesai, tetapi perlu diingat bahwa pelaksanaan penelitian masih belum selesai, karena hasil keputusan tersebut masih harus diberi interprestasi atau pemaknaan.

Hasil analisis dari pengujian hipotesis dapat dikatakan masih bersifat faktual, untuk itu selanjutnya perlu diberi arti atau makna oleh peneliti. Dalam pemaknaan sering kali hasil pengujian hipotesis penelitian didiskusikan atau dibahas dan kemudian ditarik kesimpulan. Dalam penelitian dipastikan seorang peneliti mengharapkan hipotesis penelitiannya akan terbukti kebenarannya. Jika memang demikian yang terjadi, maka kemungkinan pembahasan menjadi tidak terlalu berperan walaupun tetap harus dijelaskan arti atau maknanya. Tetapi jika hipotesis penelitian itu ternyata tidak tahan uji, yaitu ditolak, maka peranan pembahasan menjadi sangat penting, karena peneliti harus mengekplorasi dan mengidentifikasi sumber masalah yang mungkin menjadi penyebab tidak terbuktinya hipotesis penelitian.

D. Penarikan Kesimpulan

Akhirnya dalam kesimpulan harus mencerminkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Jangan sampai antara masalah penelitian, tujuan peneltian, landasan teori, data, analisis data dan kesimpulan tidak ada runtutan yang jelas. Apabila penelitian mengikuti alur atau sistematika berpikir yang runut seperti itu maka penelitian akan dapat dikatakan telah memiliki konsistensi dalam alur penelitiannya.