Showing posts with label Karier. Show all posts

MERANCANG STRATEGI POLITIK KANTOR


Untuk terlibat dalam politik kantor dan menggunakannya secara positif, maka terlebih dahulu Anda harus menerima kenyataan tentang politik kantor seperti yang pernah dutarakan sebelumnya. Setelah itu, Anda bisa mulai mengembangkan strategi untuk berurusan dengan perilaku politik yang terjadi di sekitar Anda. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan menjadi pengamat dan kemudian menggunakan informasi yang Anda kumpulkan untuk membangun jaringan sendiri yang kuat. Berikut beberapa tips yang mungkin Anda perlukan:


Memetakan Kembali Bagan Organisasi Anda

Politik Kantor seringkali tidak mengikuti struktur organisasi secara formal. Pada tahap ini Anda cukup duduk dan menonton sambil mengamati perilaku politik di sekeliling Anda tanpa mengungkapkan komentar atau bahkan sekedar berbisik dengan kolega yang Anda anggap dekat. Biarkan semua berjalan secara alamiah seolah Anda menjadi orang polos yang tidak tertarik samasekali dengan praktek politik kantor. Kemudian secara diam-diam cobalah untuk memetakan kembali bagan organisasi dari sisi kekuasaan politik nonformal dalam organisasi Anda spt;
  • Siapa orang yang paling berpengaruh?
  • Siapa orang yang memiliki kewenangan tetapi tidak melaksanakannya?
  • Siapa orang yang palng dihormati?
  • Siapa orang yang paling disegani?
  • Siapa "otak" di belakang organisasi?

Memahami Jaringan Informal dalam organisasi Anda

Setelah Anda tahu siapa saja orang yang memiliki pengaruh dalam aspek-aspek penting dalam organisasi, Anda akan mengetahui di mana pusat kekuatan dan pengaruhnya. Sekarang Anda harus memahami jaringan sosial.
  • Siapa yang bisa bergaul dengan siapa?
  • Apakah ada kelompok atau kubu yang telah terbentuk?
  • Siapa yang terlibat dalam konflik interpersonal?
  • Siapa yang paling memiliki kesulitan bergaul dengan orang lain?
  • Apa dasar keterkaitan? Persahabatan, rasa hormat, manipulasi?
  • Bagaimana pengaruh aliran di antara pihak-pihak terkait?

Membangun Relasi

Sekarang Anda tahu tentang bagaimana hubungan kerja, kini Anda perlu membangun jaringan sosial Anda sendiri yang sesuai.
  • Jangan takut pada orang kuat secara politik dalam organisasi. Kenalilah mereka.
  • Pastikan Anda memiliki hubungan yang melintasi hirarki formal dalam segala arah (rekan-rekan, bos, eksekutif).
  • Mulailah membangun hubungan dengan orang-orang yang memiliki kekuatan informal.
  • Bangunlah hubungan atas dasar kepercayaan dan saling menghormati, hindarilah sanjungan atau pujian semu.
  • Ramahlah pada semua orang dan tidak memihak pada satu kelompok saja.
  • Jadilah bagian dari beberapa jaringan. Dengan cara ini Anda dapat merasakan denyut nadi organisasi.

Dengarkan dengan hati-hati

Ketika Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk mendengarkan, maka waktu bicara Anda cenderung akan berkurang. Ini akan lebih baik dibanding kata-kata yang keluar dari mulut Anda menjadi bumerang di kemudian hari. Lagipula, orang-orang menyukai orang lain yang mendengarkan mereka.


Memaksimalkan Jaringan Anda

Saat Anda membangun relasi, Anda perlu belajar untuk menggunakannya secara positif, steril dari politik kantor yang negatif. Anda bisa menggunakannya untuk mempromosikan diri Anda dan tim Anda secara positif. Terserah Anda untuk mengkomunikasikan kemampuan dan keberhasilan tim Anda kepada orang yang tepat, dan Anda melakukan ini melalui tindakan politik yang positif. Gunakan jaringan Anda untuk:
  • Mendapatkan akses ke informasi.
  • Membangun visibilitas prestasi Anda.
  • Memperbaiki hubungan dengan orang yang sulit.
  • Menangkap peluang di mana Anda bisa melambung naik.
  • Mencari cara untuk membuat diri Anda, tim Anda dan atasan Anda terlihat baik.

Menetralisir Permainan Negatif

Pemetaan Anda dari pengaruh informal dalam organisasi akan membantu Anda dalam mengidentifikasi orang-orang yang 'memanfaatkan' orang lain untuk kepentingan pribadi. Wajar jika Anda ingin menjauhkan diri dari orang-orang seperti itu. Tapi biasanya apa yang sering diharapkan justru akan mendapat sebaliknya. Maka ungkapan, "Raihlah teman dekat dan musuh Anda lebih dekat lagi" akan berlaku dengan sangat mulus dalam politik kantor.
  • Kenalilah orang-orang ini lebih baik lagi dan berlaku sopanlah kepada mereka. Tapi Anda harus selalu berhati-hati dengan apa yang Anda katakan kepada mereka.
  • Memahami apa yang memotivasi orang-orang ini dan apa tujuan mereka, dan pelajarilah bagaimana menghindari atau melawan dampak politik negatif mereka.
  • Perlu diketahui bahwa orang-orang ini biasanya tidak terlalu memperdulikan kemampuan teknis mereka (itu sebabnya mereka bergantung pada politik secara agresif untuk maju).

Kendalikan Perilaku Anda Sendiri

Melalui pengamatan Anda akan belajar mengenai hal-hal mana yang sesuai dengan budaya organisasi Anda dan hal mana yang tidak. Perhatikan orang lain di tempat kerja dan mengidentifikasi perilaku sukses yang dapat Anda jadikan contoh. Ada beberapa standar umum pengamatan yang biasa digunakan untuk menghentikan politik negatif dari rumor.
  • Jangan menyebarkan gosip, penghakiman yang meragukan, menyebarkan desas-desus ketika Anda mendengar sesuatu, ambillah beberapa hari untuk mempertimbangkan seberapa banyak kredibilitas tersebut.
  • Bangkitlah dalam konflik antar pribadi dan jangan terjebak dalam argumen.
  • Menjaga integritas Anda setiap saat, selalu tetap profesional, dan selalu mengingat kepentingan organisasi.
  • Berpikirlah positif, jangan merengek dan mengeluh .
  • Percaya diri dan tegas tapi tidak agresif.
  • Ketika menyuarakan keberatan atau kritik, pastikan Anda mengambil perspektif organisasi bukan satu pribadi.
  • Jangan mengandalkan kerahasiaan, anggaplah semua akan diungkapkan kemudian putuskan apa yang harus Anda ungkapkan sesuai porsinya.
  • Jadilah contoh integritas untuk tim Anda, dan mencegah adanya politik di dalamnya.

Poin Kunci

Positif atau negatif, politik tetap terjadi. Filsuf Plato mengatakan, "Salah satu hukuman karena menolak untuk berpartisipasi dalam politik adalah Anda akan berakhir dengan diatur oleh bawahan Anda." Dan ini berlaku hari ini di tempat kerja : Jika Anda tidak berpartisipasi dalam permainan politik, Anda berisiko tidak memiliki suara dalam situasi yang terjadi dan membuka kemungkinkan orang lain dengan sedikit pengalaman, keahlian atau pengetahuan untuk mempengaruhi keputusan-keputusan di sekitar Anda.

Politik Kantor adalah fakta kehidupan. Berpolitik yang bijaksana akan membantu Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan di dunia kerja tanpa mengorbankan orang lain. Pelajari dan gunakanlah kekuatannya secara positif sekaligus meredakan upaya dari orang-orang yang menyalahgunakannya.



free translate from mindtools

PRINSIP KERJASAMA TIM


Kerjasama tim (teamwork) merupakan faktor penting yang akan menentukan keberhasilan sebuah tim atau kelompok dalam mencapai tujuannya. Kita lihat begitu banyak yang telah ditulis tentang kerja sama tim, bahkan seringkali dalam obrolan orang sangat fasih ber-teori tentang kerjasama tim tetapi gagal untuk menerapkannya dalam praktek. Jika Anda sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap perekrutan calon anggota dalam organisasi Anda, maka Anda sering melihat para pelamar yang menempatkan “kemampuan untuk bekerja dalam tim” atau “kerja tim” sebagai salah satu atribut mereka dalam resume-nya.

Namun, kenyataannya bahwa kerja sama tim sebagai sebuah kualitas telah berada pada tingkat kelesuan selama bertahun-tahun, bahkan dalam beberapa kasus, telah berhenti dan hanya menjadi sebuah istilah yang klise. Jadi, penting untuk diingat bagi semua orang yang bersandar dari teori kerjasama tim bahwa hal tersebut tidak akan ada gunanya sampai benar-benar bisa dipraktekkan.

Disini kami akan mencoba memberikan prinsip-prinsip dasar untuk membangun sebuah tim yang kuat dengan harapan Anda dapat menanamkan prinsip-prinsip tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan oleh organisasi Anda.

Prinsip Kerjasama Tim

Salah satu prinsip pertama dari sebuah kerja sama tim yang efektif adalah ketika tim mulai dibentuk, maka harus ada kejelasan mengenai tujuan yang ingin dicapai oleh tim tersebut. Hal ini menjadi sangat penting karena sebagai suatu entitas, sebuah tim harus memiliki tujuan yang jelas. Dengan tidak adanya suatu tujuan, anggota tim tidak mungkin dapat memahami tanggungjawab mereka, yang dapat menyebabkan terjadinya ambiguitas (bermakna ganda/majemuk).

Para anggota tim harus bersedia untuk saling belajar satu sama lain. Mungkin ada beberapa anggota yang sangat baik dalam memahami intruksi, sementara yang lain mungkin masih butuh waktu dan bimbingan. Semua anggota tim harus memiliki semangat dan kemauan untuk memberikan pelajaran di satu pihak, dan juga mempelajari di pihak lain mengenai ide-ide atau penemuan baru. Anggota tim tidak boleh ragu-ragu dalam meminta bantuan dari anggota yang lebih senior, dan begitu juga anggota yang senior pada gilirannya harus melangkah maju untuk membantu anggota baru.

Harus ada komunikasi dua arah di antara anggota tim tentang peran mereka, sehingga ada pemahaman dan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh masing-masing anggota. Hal ini sangat penting karena kita tahu bahwa ketika terjadi hal-hal diluar rencana, maka seluruh anggota akan terlibat dalam kesalahan ini. Jika setiap anggota telah memiliki kesadaran akan “permainan keterlibatan” dalam melaksanakan tugas, maka mereka lebih cenderung untuk saling menghargai atas upaya yang mereka lakukan.

Sementara kontrol atas tim harus tetap dilakukan, namun penting juga bahwa tim perlu diberikan sedikit fleksibilitas dalam melaksanakan tugas mereka. Jika terlalu banyak gangguan maka dapat mempengaruhi efisiensi tim dan dapat meredam semangat para anggota.

Terjalinnya komunikasi yang efektif antar anggota tim juga merupakan hal yang tidak kalah penting. Berkomunikasi secara efektif di sini berarti informasi yang dibagi ke semua anggota tim sehingga “si biang gosip” akan tersimpan jauh di laci gudang. Melibatkan semua anggota tim Anda dalam sebuah diskusi pada strategi bisnis yang efektif misalnya, ini akan membantu dalam membuat anggota tim merasa menjadi bagian berharga dari organisasi. Komunikasi yang efektif juga menyerukan untuk membahas masalah-masalah penting secara terbuka sehingga semua orang berada pada posisi yang sama.

Harus ada inisiatif untuk menghargai dan mengakui tim dan anggotanya yang telah melakukan teladan dan membantu tim dalam mencapai target. Hal ini akan mendorong anggota lain untuk mengikuti dan bertindak sebagai dorongan kepada orang-orang yang benar-benar percaya pada nilai-nilai kerja tim.

Terakhir, harus ada persaingan yang sehat di antara anggota tim untuk mengungguli satu sama lain. Dengan tidak adanya kompetisi, pekerjaan menjadi tidak menarik dan monoton, yang lagi-lagi dapat merugikan tim. Jadi, penting bahwa anggota tim diberikan kesempatan yang cukup untuk tumbuh dalam kehidupan profesional mereka.

Walaupun kami sangat menyadari bahwa dalam hal ini tidak ada aturan yang baku, namun gambaran diatas adalah beberapa prinsip kerjasama tim yang perlu dipertimbangkan untuk diterapkan pada organisasi Anda. Kami yakin jika prinsip-prinsip tersebut telah dipahami, berada pada kesadaran setiap anggota tim, dan mereka melakukannya dengan tulus, maka prinsip ini dapat membuktikannya.

Baiklah, sebagai penutup, kami akan mengutip kata-kata dari Henry Ford - salah satu legendaris dalam industri mobil, "Jika semua orang bergerak maju bersama-sama, maka kesuksesan akan mengikuti dengan sendirinya”.

CARA MENYIKAPI POLITIK KANTOR


"Ada begitu banyak perselisihan dan manuver yang terjadi di kantor! Aku betul-betul benci dengan perpolitikan di kantor ini".

"Joseph adalah seorang yang juga berpolitik di kantor, dia cerdas, tahu persis bagaimana untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, dan bagaimana cara mendapatkannya."

Apakah Anda juga membencinya, mengaguminya, belajar darinya, atau malah menghindarinya?

Baiklah, Politik Kantor adalah fakta kehidupan dalam organisasi apapun dan dimanapun. Suka atau tidak, itu adalah sesuatu yang Anda butuhkan untuk memastikan kesuksesan Anda sendiri. Oleh karenanya, Anda perlu memahami dan menguasai Perpolitikan Kantor.

"Politik Kantor" adalah strategi yang dimainkan oleh banyak orang untuk mendapatkan keuntungan, baik secara pribadi ataupun untuk tujuan yang mereka dukung. Istilah "Politik Kantor" sering memiliki konotasi negatif jika mengacu pada strategi yang digunakan orang untuk mencari keuntungan dengan mengorbankan orang lain. Dalam konteks ini (politik kantor negatif) memang sering mempengaruhi lingkungan kerja sekaligus hubungan antar anggota di dalamnya. Namun di sisi lain, Politik Kantor yang baik, justru cukup membantu Anda dalam mempromosikan diri ataupun keutungan lain. Praktek politik kantor yang baik ini lebih sering disebut Manajemen Jaringan dan Stakeholder.

Mungkin karena konotasi negatif, maka banyak orang melihat politik kantor sebagai sesuatu yang sebisa mungkin harus dihindari. Tapi faktanya, untuk menjamin kesuksesan baik Anda sendiri maupun proyek yang Anda tangani, Anda harus bisa mengendalikan jebakan-jebakan Politik Kantor. Jika Anda menghindari dan tidak mau berurusan dengan politik kantor yang mungkin terjadi di sekitar Anda, maka Anda hanya akan menjadi korban sementara yang lain akan mengambil keuntungan dengan cara licik. Disamping itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan baik untuk Anda sendiri maupun orang-orang dalam tim Anda yang telah mendukung proyek-proyek Anda.

Mengapa politik dalam dunia kerja tak bisa dihindari?
  • Beberapa orang memiliki kekuatan lebih dari yang lain, baik melalui hirarki atau dari pengaruh-pengaruh lain. 
  • Bagi sebagian besar orang, mendapatkan promosi adalah penting, dan ini dapat menciptakan persaingan antar individu, atau ketidakselarasan antara tujuan tim dan orang- orang di dalamnya. 
  • Kebanyakan orang perduli terhadap keputusan di tempat kerja dan ini mendorong perilaku politik karena mereka berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. 
  • Keputusan di tempat kerja dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan faktor personal, sehingga masih terdapat ruang terjadinya konflik kepentingan. 
  • Orang-orang dan tim dalam organisasi seringkali harus bersaing untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas, hal ini dapat menyebabkan semacam "konflik kepentingan" di mana tim bersaing untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka, sekalipun hal ini terkadang bertentangan dengan kepentingan yang lebih besar. 

Lalu, Bagaimana cara merancang strategi politik kantor? >>Next


free translate from mindtools

KOMUNITAS INTERVIEWER RISET PASAR


Apakah Anda tertarik menjadi seorang Interviewer Profesional? Atau mungkin Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai Interviewer Riset Pasar? Atau boleh jadi Anda sedang membutuhkan Interviewer Profesional yang tersebar sampai ke daerah? Semua layak membaca artikel ini.

Meskipun pekerjaan sebagai interviewer (pewawancara) riset pasar bisa menjadi hal yang menyenangkan, namun pada saat yang sama Anda juga dituntut untuk tetap serius dalam bekerja, memiliki tanggungjawab dan keterampilan tertentu.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari beberapa keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang interviewer profesional berdasarkan pengalaman kami selama bertahun tahun berkecimpung dengan profesi yang menantang ini bersama Research Department, sebuah komunitas besar para interviewer riset pasar. Berikut beberapa tips untuk menjadi seorang interviewer profesional.

1. Memiliki rasa empati

Ini mungkin sepele, tapi penting. Ketika Anda ditemui oleh orang yang masih asing (tidak kenal), maka muncul dalam pikiran Anda sedikitnya ada 3 pertanyaan; “siapa orang ini?”, “dari mana orang ini?”, “apa tujuan orang ini?”, dan lain-lain (Anda bisa menambahkan sendiri).

Demikian pula dengan responden. Selama pertanyaan-pertanyaan tersebut belum terpecahkan, selama itu pula pertanyaan terus berkecamuk dalam benak responden. Boleh jadi responden memutuskan untuk tidak menanyakan kepada Anda karena beberapa alasan, namun bisa dipastikan responden tidak akan fokus dalam memahami pertanyaan, asal menjawab, dan lebih parah lagi, diam-diam menghubungi satpam untuk mengusir Anda.

Oleh karenanya, perkenalan itu penting. Mulailah wawancara dengan memperkenalkan diri Anda, siapa Anda, dari mana, dan apa tujuan Anda menemuinya. Anda bisa memulainya dengan contoh berikut;

"Pak/Bu, saya Andi. Saya dari sebuah lembaga riset MARKETRENDS ASIA yang sekarang ini sedang mengadakan penelitian mengenai Telepon Selular. Kebetulan Bapak/Ibu termasuk salah satu profil responden yang sedang kami cari untuk diminta pendapat atau masukannya. Bisa minta waktu beberapa saat untuk wawancara Pak/Bu?".

Setelah responden dipastikan paham, maka teruskanlah wawancara ke pokok pembahasan. Jangan lupa pula untuk meminta tandatangannya ketika selesai wawancara, mengucapkan terimakasih atas waktunya, dan berikan bingkisan kecil sebagai tanda terimakasih.

2. Memiliki keterampilan membaca dan menulis yang baik.

Ingat, Anda akan mengajukan berbagai pertanyaan kepada responden dalam bentuk dan struktur yang telah ditentukan. Dengan kemampuan mengenali dan memahami maksud dari pertanyaan dalam kuesioner (mengacu pada saat briefing), maka akan mempermudah Anda untuk menggunakan pilihan kata atau istilah yang dapat dipahami oleh responden. Responden Anda tidak akan mengernyitkan dahi ketika berusaha memahami apa yang Anda katakan. Jika Anda harus mengisi kuesioner dengan pensil (PAPI), Anda harus memiliki tulisan tangan yang baik sehingga team leader atau supervisor Anda dapat dengan mudah membaca dan memahami hasil wawancara Anda.

3. Jadilah pendengar yang baik.

Selain memiliki keterampilan mendengarkan, Anda juga harus benar-benar memperhatikan apa yang dikatakan oleh responden sehingga Anda dapat mengisi kuesioner secara akurat. Jangan sia-siakan waktu Anda, karena responden berikutnya telah menunggu kedatangan Anda. Jika Anda tidak mengerti apa yang responden katakan, Anda harus (dengan sopan) meminta mereka untuk penjelaskan lebih detil.

4. Memiliki keterampilan menggunakan telepon.

Walaupun tergolong jarang, wawancara melalui telepon (CATI) harus Anda kuasai. Suatu saat team leader atau supervisor Anda akan meminta Anda untuk melakukannya. Ketika responden menjawab telepon, Anda harus memperkenalkan diri dengan sopan, menyatakan tujuan Anda menelepon, kemudian lanjutkan dengan wawancara kecuali responden yang terlalu sibuk atau menolak wawancara. Untuk yang mengaku sibuk, cobalah untuk menawarkan wawancara di waktu yang lain, misalnya nanti, besok, lusa, atau minggu depan?

Selama percakapan, Anda harus tetap menjaga nada suara yang ramah. Berbicaralah dalam konteks tema wawancara. Di akhir wawancara, ucapkanlah terimakasih kepada responden atas waktu yang telah diberikan.

Berhati-hatilah terhadap orang yang memiliki latar belakang atau gaya berbicara berbeda dari Anda. Karena satu kata bisa memiliki makna yang berbeda. Disamping itu, Anda juga harus bisa bergaul dengan orang-orang selain sesama pewawancara dan supervisor Anda.

Nah, Anda telah mempelajari keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh interviewer (pewawancara) riset pasar berdasarkan pengalaman kami. Tentu saja Anda dapat menemukan informasi lain yang dapat membantu Anda dalam upaya menjadi interviewer riset pasar. Saran kami, sering-seringlah mampir ke web log kami ini. Anda dapat membaca artikel-artikel menarik yang berkaitan dengan dunia riset pasar bersama Research Department.

Bagi Anda yang mungkin sedang membutuhkan interviewer, kami persilahkan untuk menghubungi kami di halaman CONTACT.

"Jangan jadi Diri Sendiri di Tempat Kerja!"

Kejujuran merupakan tindakan paling tepat yang perlu dilakukan. Namun, untuk menjadi diri sendiri di tempat kerja, ternyata bukanlah ide yang baik. Mengapa?

Dikutip dari Telegraph, sebuah studi mengklaim bahwa kejujuran sering dianggap sebagai kebijakan yang terbaik, namun itu hanya dalam situasi sosial saja. Sedangkan untuk menjadi diri sendiri di kantor, bukanlah ide yang baik karena hal ini bisa menghambat perkembangan karir Anda.

Para peneliti di University of Greenwich, London, menemukan fakta jika seseorang menunjukkan karakter yang sebenarnya kepada pasangan atau teman, cenderung membuat orang tersebut lebih bahagia. Namun di sisi lain, para ahli mengklaim bahwa jika Anda melakukan itu di tempat kerja, maka kemajuan karir Anda akan melambat.

Para ilmuwan juga menilai tingkat 'ekspresi diri yang otentik' pada 533 partisipan yang terlibat untuk melihat seberapa jauh mereka terbuka pada orang lain dalam interaksi sosial.

Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa para peserta lebih cenderung untuk 'menjadi diri mereka sendiri' dihadapan pasangan, teman-teman dan orang tua. Namun, mereka memiliki kemungkinan yang jauh lebih kecil untuk menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya dihadapan rekan kerja.

Mereka yang terbuka pada pasangan memang cenderung memiliki kebahagiaan dan kepuasan hidup. Tapi sayangnya, hal ini tidak terjadi di tempat kerja.

Seorang pemimpin studi, Dr Oliver Robinson mengatakan, "Anda tentu sering mendengar orang mengatakan bahwa rahasia kebahagiaan adalah dengan 'menjadi diri sendiri' atau 'mengungkapkan perasaan Anda yang sebenarnya', tetapi tampaknya itu tidak berlaku di tempat kerja."

"Dalam beberapa kondisi, mungkin lebih baik untuk diam saja ketimbang mengatakan apa yang sebenarnya Anda pikirkan dan rasakan saat bekerja dengan rekan Anda," tambahnya.

Hasil penelitian ini memang menunjukkan bahwa lebih baik Anda tidak membuka siapa diri Anda sebenarnya di kantor. Akan tetapi, hal itu dimaksudkan agar rekan kerja atau atasan di tempat kerja Anda tidak berasumsi yang aneh-aneh tentang Anda.