Field Interviewer for Your Market Research in Indonesia


If you are planning to conduct market research in Indonesia, talk to us, and we will be part of your professional Field Research Division.

As its name, Research Department, is a teamwork which specifically address the Research Field Management. Over the years, we have built a reputation through the knowledge and experience we have in the market and social research industry.

Our service is always oriented to the customer at a competitive cost, and we combine experience with innovative solutions that can be integrated into your business applications.

We always strive to put our business to keep as the cutting edge in finding new things, so that our customers can maintain its superiority over its competitors.

For us, no job is too big or too small. We offer a wide range of market research purposes such as:

Consumer Behavior Research
Costumer Satisfacion Research
Customer Service Research
Product Testing
Price Testing
Product Segmentation
Distribution Channel Analysis
Corporate Image Research
Brand Research
Copy Testing

EXPERIENCE and INTEGRITY

With over 20 years experience, we have handled a wide range of data gathering techniques such research;

Interviews (PAPI, CATI, CAWI, CAPI, IDI)
Focus Group Discussion (FGD)
Central Location Test (CLT)
Mystery Shopping
Mystery Calling
Data Cleansing / Verification, etc..

We will conduct a thorough evaluation of your business needs so as to produce the best solution for your company ranging from identification of need, then we will develop systems, tools, and resources we have to support your research project. The success of the provision of research data is valid, accurate, and quickly has always been our primary concern.

WHY US?

We understand that you have many options for handling your research projects. Large research institutions with services that are more "prestigious" and "sparkle" may also have been included in the list of your choice, which of course, with great cost budget.

But if you also want to make cost savings, why don't you do your own research projects with our help? We'll affiliates as part of your Research Division.

NOT NOW?

Press Ctrl + D on your keyboard, and save this page on your computer because you'll need it someday. If you have questions, please feel free to send us an email HERE.

Cara Menggunakan Facebook secara Profesional


Seiring ketatnya persaingan dalam dunia kerja, banyak perusahaan yang mencari cara baru untuk menemukan tenaga kerja profesional yang kompeten untuk mengisi posisi yang mereka butuhkan. Salah satu cara bagi perusahaan untuk mengetahui latar belakang calon karyawan adalah dengan "mengintip" akun media sosial secara teratur sebelum seseorang dipekerjakan.

Disamping bisa menjatuhkan, akun media sosial juga bisa dimanfaatkan sebagai cara untuk membangun reputasi profesional Anda. Tentu saja, asalkan Anda berhati-hati dengan gambar-gambar yang biasa Anda unggah di media sosial tersebut.

Sekarang ini, Facebook telah menjadi jejaring sosial yang paling banyak digunakan, sekaligus paling banyak disalahpahami. Jika Anda belum terlanjur memporak porandakan reputasi diri Anda sendiri, ketahuilah bahwa telah banyak orang yang menggunakan Facebook sebagai sarana profesional online mereka.

Pikirkanlah untuk menggunakan Facebook sebagai alat profesional Anda. Jangan pedulikan tentang jutaan anak-anak SMP, SMA dan mahasiswa yang menggunakan Facebook untuk menghindari pekerjaan rumah, bercanda, atau bahkan untuk menyaru sebagai orang lain. Anda dapat membuat akun Facebook menjadi apapun yang Anda inginkan, bahkan sebagai media saluran penyiaran pribadi Anda sendiri.

Menggunakan Facebook sebagai alat profesional sangat berbeda daripada menggunakannya sebagai pribadi. Anda harus lebih selektif dengan konten yang Anda posting (update status), dan waspadalah dengan posting atau gambar yang bisa dilihat sebagai negatif atau tidak pantas. Berikut ini beberapa tips bagaimana mempersiapkan diri untuk menggunakan Facebook sebagai jaringan profesional.

Tentukan Penggunaan Akun Facebook

Jika Anda telah memiliki akun Facebook, pikirkan kembali sikap Anda terhadap penggunaannya. Bagi kebanyakan orang, Facebook adalah tempat untuk berbagi dan berkomunikasi dengan teman-teman. Untuk profesional, berbagi foto, artikel non-profesional, media dan percakapan pribadi minimal, dan Facebook berfungsi sebagai resume virtual.

Bersihkan Kronologi Facebook Anda

Mulailah dengan melihat pada kronologi Anda. Disana Anda bisa merunut kembali semua posting, komen, gambar, dan like yang pernah Anda lakukan. Bersihkan kronologi Anda dari segala hal yang bisa membuat Anda terlihat konyol dan tidak profesional. Anda mungkin bisa memulai menghapus status, komen, foto dan yang lainnya. Jika ada status atau gambar teman yang muncul di kronologi Anda, ini mungkin karena Anda telah di-Tag, atau ditandai. Jika hal itu membuat Anda merasa kurang nyaman, hapuslah tag atau tanda yang pernah dibagi oleh teman Anda.

Mengelola Teman Facebook

Kelola teman Anda dengan bijaksana. Ada sejumlah strategi yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan apa-apa saja yang boleh dilihat oleh teman-teman Anda. Anda juga bisa melakukan update status dengan pemirsa yang Anda pilih sendiri. Pastikan apakah setelan status Anda telah aman. Anda bisa menyetelnya menjadi publik, teman dari teman, hanya teman, atau bahkan hanya orang-orang dekat yang Anda pilih sendiri. Hapuslah pertemanan dengan orang-orang yang tidak profesional, atau jika Anda khawatir mereka akan posting sesuatu di dinding Anda.

Mengembangkan daftar teman yang terdiri dari para profesional, mentor dan pemimpin industri. Pisahkan teman-teman pribadi dan profesional Anda. Lihat ke halaman beranda Anda dan klik pada link "More" di sebelah pilihan "Teman". Klik pada tombol "Create List" di sudut kanan. Buatlah daftar semua kenalan profesional Anda, dan beri nama "Profesional." Selanjutnya, lihat ke Pengaturan Privasi Anda di menu Drop Down di sebelah kanan atas. Pilih "Custom" dan Anda dapat membuat pilihan untuk menyembunyikan atau menampilkan konten Anda, seperti yang Anda posting itu, menurut daftar orang tertentu.

Aplikasi, Grup, dan Permainan

Hapuslah aplikasi, grup, permainan dan banyak lagi yang tidak diperlukan untuk jaringan profesional. Menghapus hal-hal seperti Farmville, Fan Page, atau Places yang tidak diperlukan akan membuat akun facebook Anda menjadi lebih baik. Mulailah menjadi fans pada Fan Page yang berkaitan dengan minat profesional Anda dan halaman lain yang akan meningkatkan resume profesional Anda.

CARA MENGUKUR KINERJA KARYAWAN ANDA



Apakah Anda seorang pengelola sebuah bank ataupun toko ritel, standar layanan pelanggan merupakan bagian penting dari operasi bisnis sehari-hari. Bahkan, kesuksesan atau kegagalan perusahaan Anda di masa depan mungkin akan bergantung pada tingkat standar layanan pelanggan yang Anda berikan. Pemilik bisnis dan manajemen dapat bekerja sama untuk mengembangkan satu set prosedur untuk mengukur kepuasan pelanggan dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

Berikut ini beberapa cara mengukur kinerja karyawan Anda;

Telusuri via internet dan cari sebanyak mungkin komentar atau pesan terhadap layanan pelanggan yang sejenis dengan Anda. Bloomberg Businessweek 2009 pernah melaporkan dalam sebuah artikelnya bahwa orang sering menggunakan internet untuk melampiaskan tentang layanan pelanggan yang buruk dan membandingkan perusahaan yang berbeda sebelum membeli sebuah produk. Hitunglah jumlah keluhan negatif dibandingkan dengan komentar positif terhadap layanan pelanggan yang Anda temukan di internet tersebut.

Lakukan sebuah survei kepuasan pelanggan yang mencakup pertanyaan tentang sikap karyawan, transaksi pembayaran, telepon, layanan Internet, penampilan produk, dan lain-lain. Supaya survei lebih efektif, sertakan juga penilaian dalam sebuah skala yang mengukur loyalitas pelanggan dan kemungkinan merekomendasikan kepada orang lain. Jika Anda tidak memiliki tim untuk melakukan survei ini, Anda bisa menggunakan Layanan Profesional Riset Pasar dengan biaya yang kompetitif. Mereka akan bersedia menjadi bagian dari Divisi Penelitian dan Pengembangan Anda.

Buatkan sebuah weblog khusus layanan pelanggan sehingga pelanggan dapat berinteraksi dan berkomentar secara anonim tentang pengalaman positif dan negatif dengan bisnis Anda. Periksalah weblog ini sesering mungkin untuk terus mengetahui perkembangan tingkat kepuasan pelanggan Anda.

Lakukanlah Program Mystery Shopper untuk mengunjungi bisnis Anda dengan berpura-pura sebagai pelanggan. Berikan beberapa tugas kepada Mystery Shopper seperti; mengajukan pertanyaan kepada karyawan, mengamati layout tampilan, membeli beberapa produk, dan lain-lain. Dengan kahliannya, seorang Mystery Shopper dapat merekam pengalaman selama melakukan kunjungan dengan pandangan sebagai seorang pelanggan dalam pikirannya. Tidak seperti manajemen, Mystery Shopper akan memberikan umpan balik yang terbebas dari bias dalam mengukur kepuasan pelanggan.

Tempatkan kotak saran di tempat yang memungkinkan bagi pelanggan untuk memberikan catatannya berkaitan dengan pengalaman mereka. The New York Times 2009 dalam sebuah artikelnya pernah merekomendasikan untuk menempatkan kotak saran di depan kasir atau posting link di situs web perusahaan. Lakukan pengecekan kotak saran setiap seminggu sekali untuk mengetahui bagian pelayanan mana yang perlu dilakukan perbaikan, seperti kecepatan kasir, penataan rak, stok produk, keramahan, dan lain-lain.

MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS RITEL



Memang tak bisa dielakkan bahwa bisnis ritel akan mengalami banyak persaingan. Sementara itu Anda tidak dapat mengontrol apa yang dilakukan oleh pesaing Anda. Namun demikian, Anda masih bisa meminimalisir dampak persaingan tersebut terhadap bisnis Anda. Berikut adalah tiga cara untuk mengatasi persaingan dalam bisnis ritel.

1. Kurangi Beban Biaya, Bukan Iklan

Lihatlah pernyataan Laba Rugi Anda, rincilah semua pengeluaran Anda, dan tanyakan pada diri sendiri pengeluaran mana saja yang mungkin dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Cari tahu pos mana saja yang mungkin dapat Anda potong. Sedikit demi sedikit Anda mulai mencoret sana sini, dan nantinya akan terakumulasi sejumlah angka rupiah. Namun, biaya yang TIDAK BOLEH Anda kurangi adalah iklan. Bahkan, banyak bisnis ritel justru ingin meningkatkan upaya pemasaran mereka selama "masa lesu" karena menyadari akan semakin banyak pesaing di luar sana sementara konsumen memiliki anggaran yang terbatas.

2. Melakukan Hal Kreatif

Pengecer di industri yang sama umumnya menggunakan metode pemasaran yang sama untuk menjangkau pelanggan. Sekaranglah waktunya bagi Anda untuk melakukan hal-hal yang kreatif dan menggunakan metode pemasaran modern untuk membedakan bisnis Anda dari kompetitor. Sebuah kampanye pemasaran yang unik akan lebih menarik perhatian dan Anda memiliki peluang lebih untuk melakukan penjualan. Di samping itu, Anda dapat mencari beberapa pasar baru yang belum termanfaatkan, baik oleh Anda maupun pesaing Anda. Anda mungkin akan menemukan ceruk pasar yang dapat Anda dominasi dengan sedikit atau bahkan tanpa persaingan samasekali.

3. Menyediakan Layanan Prima (Service Excellence)

Dengan melakukan upaya ekstra untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, pengecer bisa bertahan hidup lebih lama dalam persaingan. Membuat suasana sedemikian rupa sehingga dengan belanja di toko Anda seperti menemukan pengalaman yang mengesankan, dan pelanggan tidak sabar untuk datang kembali atau untuk memberitahu teman-teman mereka. Orang-orang suka berbelanja di mana mereka merasa nyaman dan di mana mereka merasa bahwa pemilik benar-benar peduli tentang keinginan dan kebutuhan mereka. Untuk memastikan bahwa standar layanan Anda telah dijalankan oleh karyawan, Anda bisa menjalankan Program Mystery Shopper secara berkala.